"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Budaya  

Mempertahankan Tradisi, Menggerakkan Ekonomi: Ulu Gedong Jadi Kampung Batik Jambi

Pengembangan Wisata Budaya Melayu di Ulu Gedong

Pemerintah Kota Jambi memiliki rencana besar untuk mengembangkan Kelurahan Ulu Gedong sebagai pusat wisata budaya Melayu yang berbasis ekonomi kreatif. Rencana ini melibatkan berbagai elemen seperti batik, kuliner tradisional, dan rumah adat. Tujuan utamanya adalah melestarikan tradisi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ulu Gedong merupakan pusat budaya Melayu Jambi yang berdiri kokoh di kawasan Seberang Kota Jambi. Wilayah ini menjadi simbol autentik pelestarian identitas dan nilai-nilai luhur masyarakat setempat. Bangunan bersejarah di sini berfungsi sebagai pusat gravitasi budaya yang mengintegrasikan keindahan arsitektur tradisional rumah panggung dengan nilai-nilai religius yang kuat. Selain itu, Ulu Gedong juga menjadi ruang edukasi serta galeri peradaban yang memperkenalkan kekayaan adat istiadat, seni, dan sejarah masa lalu Jambi kepada khalayak luas.

Rencana pengembangan ini disampaikan oleh Wali Kota Jambi Maulana dan mendapat sambutan positif dari masyarakat serta tokoh adat setempat. Kawasan Ulu Gedong yang berada di seberang Kota Jambi dikenal sebagai wilayah adat, pusat pendidikan Islam, sekaligus sentra kerajinan batik Jambi yang masih bertahan hingga kini.

Potensi Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya

Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Ulu Gedong sekaligus Guru Pondok Pesantren Nurul Iman, Ahmad Rosidi, menilai kebijakan tersebut sejalan dengan potensi dan karakter masyarakat setempat. Menurutnya, Ulu Gedong telah lama memiliki kekuatan ekonomi kreatif berbasis budaya, terutama pada sektor batik tulis Jambi. Sejumlah rumah produksi batik seperti Batik Zuri, Batik Diana, Batik Sumber Rezeki, hingga Batik Mentari masih aktif berproduksi dan menjadi sumber penghidupan warga.

Selain batik, pengembangan ekonomi kreatif di Ulu Gedong juga mencakup kuliner tradisional Melayu Jambi yang masih lestari dan diwariskan secara turun-temurun. Beragam penganan khas seperti kue padamaran, andus-andus, hingga kue jando beras dinilai memiliki keunikan tersendiri dan berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata kuliner. Contohnya, kue jando beras dibuat menggunakan arang dari batang jeruk yang dibakar dan ditumbuk, sebuah teknik tradisional yang jarang ditemukan di daerah lain.

Pelestarian Tradisi Sosial dan Keagamaan

Ahmad Rosidi juga menyoroti pentingnya pelestarian tradisi sosial dan keagamaan yang masih hidup di tengah masyarakat, salah satunya tradisi wakafah yang dilaksanakan setiap Idul Fitri. Tradisi tersebut dilakukan dengan cara jamaah masjid berjalan dari rumah ke rumah usai salat Magrib atau Subuh sambil melantunkan bacaan syukur sebagai penanda berakhirnya Ramadan. Menurutnya, tradisi ini menjadi identitas budaya yang kuat dan dapat dikemas sebagai atraksi wisata religi-budaya.

Visi Pemkot Jambi untuk Pengembangan Ulu Gedong

Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa pengembangan Ulu Gedong tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Pemkot Jambi akan melakukan pembinaan kepada para pengrajin batik, promosi produk, hingga pemberian Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) agar karya batik Jambi memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar nasional.

Selain batik dan kuliner, rumah-rumah adat Melayu di kawasan tersebut juga akan dipelihara dan didorong untuk difungsikan sebagai guest house berbasis masyarakat, tanpa menghilangkan keaslian arsitektur dan nilai budayanya. Langkah ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan warga.

Integrasi dengan Destinasi Heritage Lain

Pengembangan kawasan wisata budaya Ulu Gedong juga akan dikoneksikan dengan sejumlah destinasi heritage lain di wilayah seberang, seperti Makam Wirokusumo, Rumah Batu, Makam Tambak, dan Danau Teluk, guna memperpanjang lama kunjungan wisatawan. Dalam pelaksanaannya, Pemkot Jambi akan bersinergi dengan program Kampung Bahagia dan Baznas RI Kota Jambi untuk mendukung pembiayaan, pendampingan usaha mikro, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Maulana menargetkan Kampung Batik dan Wisata Budaya Ulu Gedong dapat diresmikan pada akhir tahun ini, bertepatan dengan agenda kegiatan berskala nasional di Kota Jambi yang diperkirakan diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai daerah.

Antusiasme Warga Ulu Gedong

Terpisah, warga Ulu Gedong Yahya Anang menyatakan antusiasme masyarakat terhadap rencana tersebut. Ia berharap program pengembangan wisata budaya dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi sekitar 600 kepala keluarga yang tersebar di tiga RT di wilayah Ulu Gedong.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat, Ulu Gedong diharapkan tidak hanya menjadi etalase budaya Melayu Jambi, tetapi juga contoh keberhasilan pelestarian tradisi yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.




Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *