Kehidupan dan Kecelakaan Esther Aprilita Sianipar
Esther Aprilita Sianipar, seorang pramugari asal Bogor, menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terjadi di Gunung Bulusaraung. Di mata keluarga, Esther dikenal sebagai anak sulung yang baik dan menjadi panutan bagi dua adiknya. Ia telah mengabdi sebagai pramugari selama 7 tahun.
Jenazah Esther ditemukan dalam kondisi utuh di tepi air terjun, sehingga memudahkan tim DVI melakukan identifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan data medis. Esther Aprilita adalah perempuan asal Bogor, Jawa Barat, yang ikut menumpangi pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar. Ia merupakan warga Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, dengan orang tua beralamat di kawasan perumahan Rancamaya, Desa Bojong Koneng Ciherang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Diungkapkan oleh ayahnya, Adi Sianipar, Esther dikenal sebagai anak yang baik dan menjadi panutan bagi adik-adiknya. Sembari menangis, Adi menceritakan bahwa Esther adalah kakak sulung dari tiga bersaudara. “Dia orang baik, dia orang baik. Tiga bersaudara, (Esther) anak pertama, panutan adiknya,” pungkas Adi.
Adi juga mengungkapkan bahwa Esther sudah mengabdi sebagai pramugari selama 7 tahun. Ia tidak menyangka bahwa di tahun ketujuh putrinya mengalami musibah pesawat. Saat ditemukan di tepi air terjun Gunung Bulusaraung, jenazah Esther dalam kondisi yang masih utuh.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, dalam konferensi pers di Biddokkes Polda Sulsel pada Jumat (23/1/2026), mengungkapkan bahwa kondisi fisik yang masih bagus tersebut sangat memudahkan proses identifikasi secara saintifik. Tim ahli masih mampu membaca sidik jari korban dengan jelas.
“Kondisi jenazah masih bagus, sehingga tangan atau sidik jarinya masih bisa terbaca,” jelas Mashudi. “Kami melakukan pembandingan sidik jari jempol tangan kanan dan menemukan titik-titik kesamaan. Kami meyakini secara saintifik bahwa kantong jenazah PM 62.B.04 adalah atas nama Esther Aprilita S,” lanjutnya.
Meski kondisi sidik jari Esther disebut sedikit kabur dibandingkan korban lainnya seperti Florencia Lolita Wibisono, kegigihan anggota tim DVI berhasil menemukan kecocokan data. Identifikasi ini juga diperkuat melalui metode forensik lainnya, yakni pemeriksaan gigi, properti yang dikenakan, serta ciri medis yang cocok dengan data antemortem nomor 002.
Kepulangan ke Bogor
Jenazah korban ketiga yang berhasil teridentifikasi ini diketahui merupakan warga Perum Bukit Rancamaya, Bogor, Jawa Barat. Esther tiba di area kargo Bandara Sultan Hasanuddin pada Jumat sore pukul 17.15 WITA. Berdasarkan jadwal, jenazah diberangkatkan menuju Jakarta pada pukul 21.05 WITA untuk kemudian dibawa ke rumah duka. Jenazah Esther diperkirakan tiba di Bogor pada Jumat malam ini.
Informasinya, jenazah Esther rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Gadung. “Untuk pemakaman informasinya di Gunung Gadung Bogor,” kata Ace. TPU Gunung Gadung ini diketahui berlokasi di kawasan Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. TPU ini berjarak sekitar 11 Km dari rumah kediaman keluarga Esther Aprilita.
Gelagat Aneh Esther Aprilita
Selama hampir 7 tahun menjadi pramugari, baru kali ini Esther minta maaf kepada sang ayah sebelum terbang. “Nak sebelum kau terbang, kau genggam tangah ayah dan berkata ‘ayah maaf yah, kalau selama ini aku banyak salah’ ayah pun hanya tersenyum, tak tahu itu akan jadi maaf terkakhirmu,” ungkap Adi Sianipar, ayah Esther Aprilita yang berusaha tegar ketika tiba di Posko Greeters Meeters Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (19/1/2026).
Ia tampil sederhana memakai baju abu-abu berkerah merah yang dibalut dengan jaket warna gelap. Adi mengaku komunikasi terakhirnya dengan Esther terjadi pada Jumat (16/1/2026) malam. “Jumat malam (komunikasi terakhir), dia stand by-nya di Halim. Dari Halim mungkin ke Jogja, kita enggak tahu rute-rutenya, tapi dia stand by di Halim,” ungkap Adi dikutip dari YouTube Tribun Pontianak.
Sebagai informasi, Esther adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Di mata Adi, putrinya itu merupakan anak yang baik. “Dia orang baik,” imbuhnya.
Pengakuan Ibunda Esther
Ibunda Esther, J Siburian mengaku bahwa ia masih berkirim pesan dengan sang putri pada Jumat (16/1/2026). Dalam chat tersebut, Esther mengabari sang mama kalau dia sedang berada di Jogja dalam rangka tugas. Esther pun aktif membagikan lokasinya ke sang mama.
“Chat terakhir hari Jumat malam. Kami masih chatting. Dia bilang dia di Jogja. Biasanya kalau seperti itu komunikasinya ‘aku sudah di sini mah, di sini mah’,” ujar J Siburian. Namun pada hari kejadian yakni pada Sabtu, Esther sama sekali tak ada kabar.
Ayah Esther menambahkan bahwa di hari Sabtu dirinya ingin menjemput putrinya tersebut untuk sama-sama pulang ke Bogor. “Terakhir komunikasi kemarin saya jam 12 WA dia karena saya lagi ke Jakarta, dia kan kos di Jakarta, jadi saya mau jemput dia kalau dia mau pulang. Ternyata jam 12 itu enggak ada balasan dari dia, HP-nya udah enggak aktif,” pungkas Adi dalam wawancaranya di Kompas TV.
Hingga akhirnya pada Sabtu sore, Adi dikabari oleh perusahaan tempat Esther bekerja. Bahwa pesawat yang ditumpangi Esther hilang kontak. “Saya dihubungi sama kantor IAT tempat dia bertugas. Mulai ditelepon tapi karena lagi di jalan, enggak saya angkat. Dia WA, bahwasanya pesawat yang ditumpangi Esther dari Jogja-Makassar lost contact,” imbuh Adi.
Lebih lanjut, Adi pun mengurai curhatan terakhir Esther sebelum jadi korban pesawat jatuh. Kata Adi, Esther sempat cerita soal alasannya tak bertugas dari pertengahan hingga akhir Desember. “Dari pertengahan bulan 12 kan dia enggak terbang, dari pertengahan Desember sampai akhir Desember. Karena pesawatnya itu lagi mau dipasang kamera di bawah pesawat itu katanya, kamera cctv, jadi mereka enggak terbang. Jadi masuk Januari mereka terbang lagi,” kata Adi.
Keinginan Esther
Rupanya di balik kisah Esther yang bernasib tragis ini menyimpan cerita mengejutkan dari sahabatnya. Selama ini Esther rupanya memiliki impian atau keinginan untuk menjadi seorang seleb TikTok. Namun, belum sempat keinginan itu terwujud, Esther justru terlibat kecelakaan pesawat ATr 42-500 yang mengangkut 7 orang kru dan 3 orang penumpang.
Akun @magdallens yang mengaku sebagai sahabat Esther mengatakan kalau jadi terkenal adalah impian Esther, tapi ia sedih melihat temannya viral namun dengan cara berduka. “Ter lu pernah bilang ke gua lu mau jadi selebtok, minta ajarin gua gimana cara nya. Sekarang lu liat akun lu jd rame banget ter, se indonesia nyari akun lu, tp gua sedih ter akun lu rame tp dengan cara yang kaya gini ter, apasih terrr. Ayo ter pulang,” tulisnya.
Rupanya beberapa teman Esther masih berharap sang pramugari bisa ditemukan dalam kondisi selamat. “Janji deh gw gak bakal fotoin lu sebanyak mungkin spot mana aja gw jabanin. Pulang dulu ya tapii,” tulis akun @vanessacaitlin.











