Permainan Tradisional Kalimantan Tengah yang Penuh Makna
Permainan tradisional di Kalimantan Tengah tidak hanya sekadar sarana hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan sosial yang sangat penting, terutama bagi anak-anak. Dari permainan-permainan ini, anak-anak belajar tentang kerja sama, ketangkasan, sportivitas, serta rasa kebersamaan dan saling menghargai. Selain itu, permainan tradisional juga menjadi salah satu bentuk kekayaan budaya yang merefleksikan kearifan lokal dan erat kaitannya dengan kehidupan sosial masyarakat.
Kalimantan Tengah dikenal memiliki berbagai permainan tradisional khas yang telah dimainkan sejak zaman dahulu. Permainan-permainan ini tidak hanya digunakan untuk mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian upacara adat tertentu. Bahkan, beberapa di antaranya masih dilestarikan hingga saat ini sebagai bentuk upaya menjaga identitas budaya daerah.
Berikut adalah beberapa permainan tradisional khas Kalimantan Tengah yang unik dan penuh makna:
-
Begasing
Begasing merupakan permainan adu gasing yang dimainkan di Kalimantan Tengah. Adu gasing ini dilakukan secara bergiliran, dengan dua orang pemain. Cara menentukan pemenang adalah dengan melihat siapa yang putaran gasingnya paling lama. Pemenang disebut raja, sedangkan yang kalah disebut ulun. -
Pindah Bintang
Pindah bintang adalah nama permainan dari Kalimantan Tengah dan Timur yang sudah berkembang sejak masa kolonial Belanda. Jumlah pemainnya tidak terbatas, biasanya lebih dari 5 orang. Para pemain melakukan hompimpah lalu yang kalah tidak boleh memiliki tempat pijakan. Ketika permainan dimulai, para peserta harus menunggu aba-aba agar dapat bertukar tempat berpijak. Sementara pemain yang kalah suit harus berusaha merebut lahan pijakan peserta lainnya. -
Bagum
Bagum adalah permainan yang dimainkan secara berkelompok. Para pemain dalam setiap kelompok memulai permainan dengan menempati pijakan tertentu. Kemudian, mereka berjejer berhadapan dengan kelompok lawan, dengan pemimpin berdiri di tengah barisan kedua kelompok. Salah satu orang harus membisikkan nama anggota kelompok lawan ke pemimpin permainan, dan kembali ke tempat sambil membisikkan nama lawan yang dituju. Pemimpin permainan akan berbicara kepada kelompok lawan untuk mengirimkan seorang pemainnya dengan cara berdiskusi. Jika pemain yang maju adalah nama orang yang ditebak, maka kelompok penebak akan menang sambil berteriak ‘gum’. -
Bacit
Bacit adalah permainan tradisional yang mirip dengan catur. Pemain diminta memindahkan bidak untuk menangkap bidak lawan dalam waktu permainan yang sudah ditentukan. Nama ‘bacit’ diperoleh dari kata ‘cit’ sebagai tiruan bunyi saat bidak dipindahkan. Permainan ini biasanya dimainkan oleh dua orang dan dapat dilakukan oleh semua usia. -
Balogo
Alat yang digunakan untuk bermain balogo adalah kepingan berbentuk segilima yang disebut logo. Logo ini terbuat dari batok kelapa yang dimainkan dengan cara dicungkil menggunakan tongkat yang disebut campak. Setiap kelompok harus menjatuhkan tiga buah target yakni kepingan logo yang diletakkan secara berjajar. Jarak antara target sekitar 8 meter, lebar lintasannya kurang dari 3 meter. Kemudian, setiap orang dalam kelompok bertugas menjatuhkan sebuah logo berbeda dengan mencungkilnya.











