"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Siapa Gabriela Rico Jimenez? Wanita yang Sebut Klub Epstein Makan Daging Manusia, Video Viral

Gabriela Rico Jimenez dan Kembali Viralnya Tuduhan Kanibalisme Terkait Kasus Jeffrey Epstein

Gabriela Rico Jimenez, seorang model asal Meksiko, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah berkas baru terkait kasus Jeffrey Epstein dirilis oleh Departemen Kehakiman AS. Video lama yang menampilkan dirinya pada tahun 2009, di mana ia menuduh elite global melakukan praktik kanibalisme, kembali muncul di media sosial dan memicu perdebatan.

Video tersebut menunjukkan Gabriela Rico Jimenez, saat itu berusia 21 tahun, berada di luar Fiesta Inn di Monterrey, Meksiko, pada 3 Agustus 2009. Dalam video tersebut, ia terlihat berteriak histeris bahwa para peserta pesta memakan anak-anak. Ia kemudian diamankan oleh polisi dan menghilang tanpa jejak sejak saat itu.

Meski tidak ada bukti konkret atau dakwaan resmi terkait praktik kanibalisme dalam kasus Epstein, klaim Gabriela kini kembali dibahas setelah dokumen-dokumen baru dari Departemen Kehakiman AS dirilis. Salah satu dokumen tersebut menyebutkan tentang sebuah pesta di atas kapal pesiar, di mana dituduhkan bahwa orang-orang di dalamnya memakan kotoran dari usus. Dokumen ini juga mencantumkan tuduhan terhadap sosok yang disebut sebagai “George Bush 1”.

Beberapa pengguna media sosial menyatakan bahwa klaim Gabriela kini dikonfirmasi oleh berkas Epstein. Namun, hingga saat ini, belum ada bukti nyata yang mendukung tudingan tersebut. Selain itu, tidak ada dakwaan kanibalisme terhadap Epstein.

Asal Usul Kasus Jeffrey Epstein

Jeffrey Epstein, seorang pengusaha kaya raya asal Amerika Serikat, pertama kali didakwa atas pelanggaran seksual pada tahun 2006 setelah orang tua seorang gadis berusia 14 tahun melaporkan kejadian tersebut. Epstein berhasil menghindari hukuman penjara seumur hidup berkat kesepakatan pembelaan dengan jaksa penuntut umum. Ia hanya dipenjara selama 13 bulan.

Pada Juli 2019, Epstein kembali ditangkap dan didakwa memperdagangkan puluhan gadis remaja serta melakukan tindakan seksual dengan mereka sebagai imbalan uang. Jaksa penuntut menyatakan Epstein bekerja sama dengan karyawan dan rekan-rekannya untuk memastikan adanya “stok” anak yang cukup untuk dilecehkan. Epstein mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang dikenakan kepadanya.

Pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan tewas di sel penjara akibat gantung diri. Ia berusia 66 tahun saat kematiannya. Kasus terpisah terhadap pacar Epstein, Ghislaine Maxwell, yang dipenjara pada tahun 2022 karena membantunya melakukan pelecehan terhadap gadis-gadis, merinci hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh terkenal seperti Pangeran Andrew dari Inggris dan mantan Presiden AS Bill Clinton.

Teori Konspirasi dan Kejanggalan dalam Kasus Epstein

Sebagian orang percaya bahwa pihak berwenang menyembunyikan detail tentang kasus Epstein untuk melindungi elite global dan tokoh berkuasa yang terkait dengannya, termasuk Donald Trump. Salah satu teori konspirasi utama adalah rumor tentang “daftar klien” yang diduga melakukan pelanggaran seksual bersama Epstein. Pemerintahan Trump bersikeras bahwa tidak ada daftar semacam itu.

Para skeptis juga mencurigai adanya kejanggalan dalam kematian Epstein, seperti kamera keamanan di sekitar selnya yang dilaporkan mengalami kerusakan pada malam kematiannya.

Epstein Files: Berkas yang Menggemparkan

Istilah Epstein Files atau Berkas Epstein merujuk pada kumpulan lebih dari 6 juta halaman dokumen, gambar, dan video yang merinci aktivitas kriminal Jeffrey Epstein serta lingkaran sosialnya yang terdiri dari tokoh-tokoh publik, termasuk politisi dan selebritas.

Selama kampanye presidennya pada tahun 2024, Donald Trump sempat membual akan merilis Berkas Epstein. Namun ia kemudian menyatakan bahwa berkas tersebut merupakan rekayasa anggota Partai Demokrat.

Pada 18 November 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein dengan suara 427–1. Senat Amerika Serikat menyetujuinya secara bulat, dan Trump menandatangani RUU tersebut pada hari berikutnya.

Departemen Kehakiman AS merilis sebagian kecil Berkas Epstein sesuai tenggat waktu yang ditetapkan dalam undang-undang tersebut, yakni 19 Desember 2025. Terbaru, pada 30 Januari 2026, tambahan 3 juta halaman dirilis, termasuk 2.000 video dan 180.000 gambar.

Meskipun Departemen Kehakiman mengakui bahwa total 6 juta halaman mungkin memenuhi syarat sebagai berkas yang harus dirilis berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, mereka menyatakan bahwa rilis pada 30 Januari merupakan yang terakhir dan bahwa kewajiban hukum mereka telah dipenuhi.

Semua file tersebut bisa diakses secara publik di situs https://www.justice.gov/epstein.

Rafitman

Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *