Hubungan Donald Trump dan Jeffrey Epstein yang Terungkap
Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell menjadi topik utama dalam berbagai diskusi di media sosial dan forum internet. Kasus ini menarik perhatian karena keterlibatan tokoh-tokoh penting dunia, termasuk mantan presiden Bill Clinton dan Donald Trump. Jeffrey Epstein, yang dihukum karena kejahatan seksual, meninggal dunia saat menghadapi tuduhan perdagangan seks. Sementara itu, Ghislaine Maxwell dijatuhi hukuman penjara 20 tahun untuk kejahatan yang sama.
Reporter Miami Herald, Julie K. Brown, mengidentifikasi 80 perempuan muda dan gadis di bawah umur sebagai korban pelecehan seksual dan perdagangan seks dalam investigasi tahun 2006. Epstein didakwa melakukan perdagangan seks dari anak di bawah umur. Namun, kasus ini semakin diperbincangkan karena kedekatan keduanya dengan tokoh paling berpengaruh di dunia.
Donald Trump Mengakui Hubungan dengan Jeffrey Epstein
Donald Trump mengakui bahwa ia berteman sejak lama dengan Jeffrey Epstein. Hal ini dibuktikan oleh profil tentang Donald Trump yang diterbitkan di New York Magazine pada tahun 2002. Profil tersebut menyebutkan sanjungan Trump terhadap hubungan dengan para elit, serta pengakuannya bahwa Epstein suka berpesta dengan perempuan. Trump juga memuji Epstein, “Saya mengenal Jeff selama 15 tahun. Pria yang hebat. Dia sangat menyenangkan untuk diajak bergaul.”
Namun, Trump juga mengungkapkan bahwa Epstein melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Ia berkata, “Bahkan dia menyukai perempuan cantik sama seperti saya, dan banyak dari mereka yang masih muda. Tidak diragukan lagi, Jeffrey menikmati kehidupan sosialnya.”
Kesamaan antara Donald Trump dan Jeffrey Epstein
Donald Trump dan Jeffrey Epstein memiliki banyak kesamaan. Keduanya adalah orang kaya dan berpengaruh yang terkenal di kalangan sosial kelas atas di Palm Beach, Florida, dan New York. Menurut laporan The Washington Post, mereka sering terbang bersama menggunakan jet pribadi dan menghadiri acara yang sama.
Seorang narasumber tidak disebutkan namanya mengatakan kepada The Washington Post, “Mereka sangat dekat. Mereka saling mendukung satu sama lain.” Selain itu, keduanya memiliki ketertarikan pada properti mewah, yang mungkin menjadi penyebab berakhirnya persahabatan mereka.

Perenggangan Hubungan Sejak Tahun 2004
Donald Trump mengklaim bahwa hubungannya dengan Epstein merenggang sejak tahun 2004. Saat ditanya dalam konferensi pers Gedung Putih tentang persahabatannya dengan Epstein, Trump menyatakan bahwa hubungannya dengan pengusaha itu tidak dekat sama sekali. Dalam cuplikan wawancara tahun 2019, Trump mengatakan bahwa ia dan Epstein berselisih sekitar 15 tahun yang lalu.
“Saya bukan penggemarnya,” ujar Trump, meskipun ia pernah memujinya. The Washington Post melaporkan bahwa terjadi perselisihan di antara keduanya. Saat ingin membeli rumah mewah di tepi laut yang sama di Palm Beach, terjadi penipuan dan persaingan untuk mendapatkannya. Setelah terjadinya penawaran yang sengit, Trump berhasil mendapatkan properti tersebut.

Pengakuan dari Saudara Epstein
Menurut laporan Business Insider pada Maret 2023, saudara laki-laki Epstein, Mark, menyatakan bahwa Epstein-lah yang menjauhkan diri dari Trump. Mark mengatakan kepada media bahwa Trump adalah seorang penipu. Di sisi lain, buku The Grifter’s Club: Trump, Mar-a-Lago, and the Selling of the Presidency mengungkapkan bahwa Trump melarang Epstein mengunjungi resor Mar-a-Lago miliknya pada tahun 2007 karena dugaan pelecehan terhadap seorang remaja dari anggota klub.
Dokumen yang baru-baru ini tersebar ke publik tentang kasus kejahatan Epstein rupanya kembali viral. Banyak netizen yang dengan mudahnya mengakses dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DoJ) tersebut. Nama Presiden Donald Trump disebutkan lebih dari 1.000 kali dalam 3 juta dokumen Epstein yang dirilis Jumat (30/1/2026).
Trump sendiri terus mengelak terkait keterlibatan namanya yang sering disebut-sebut. Ia mengungkapkan hal ini dalam unggahan Truth Social-nya pada 26 Desember 2025. Trump meminta Departemen Kehakiman AS lebih fokus untuk merilis nama-nama dari partai Demokrat yang disebutkan dalam berkas tersebut dan melupakan masalah itu, terutama yang menyeret namanya.
“Kapan mereka akan mengatakan CUKUP, dan mulai menangani kecurangan pemilu, dll.?” tulis Trump. “Partai Demokratlah yang bekerja sama dengan Epstein, bukan Partai Republik. Ungkap semua nama mereka, permalukan mereka, dan kembalilah membantu negara kita! Kaum Kiri Radikal tidak ingin orang membicarakan TRUMP & KEBERHASILAN PARTAI REPUBLIK, hanya Jeffrey Epstein yang sudah lama meninggal. Hanya perburuan penyihir lainnya!!!”
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."









