Perseteruan Keluarga Denada dan Ressa Rizky Rossano
Perseteruan antara keluarga penyanyi Denada dengan Ressa Rizky Rossano kini semakin memanas. Isu ini bermula dari tuntutan pengakuan anak kandung dan dugaan penelantaran yang kemudian berlanjut ke masalah materi, termasuk sengketa satu unit mobil yang pernah diberikan oleh mendiang Emilia Contessa.
Ressa sebelumnya mengklaim bahwa ia hanya diberi uang muka sebesar 20 juta rupiah untuk mobil Avanza. Namun, adik Denada, Muhammad Abdullah Surkaty, menunjukkan bukti kontrak yang menyebutkan bahwa jumlah uang muka yang dibayarkan mencapai 105 juta rupiah. Hal ini menjadi titik perbedaan pendapat antara kedua belah pihak.
Sejarah Permasalahan Mobil
Menurut cerita yang disampaikan pihak keluarga Ressa, permasalahan bermula saat Ressa masih duduk di bangku SMA. Saat itu, Emilia Contessa memberikan sebuah mobil sebagai hadiah. Namun, mobil tersebut ternyata masih dalam status kredit atau belum lunas. Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menekankan bahwa kendaraan tersebut tidak diberikan sebagai hadiah, karena Ressa harus menyicil sendiri.
Ironisnya, mobil yang sudah dibayarkan Ressa setiap bulannya itu ternyata bukan atas nama Ressa, melainkan atas nama adik Denada, Muhammad Abdullah Surkaty. Ini membuat konflik semakin meruncing ketika Emilia Contessa memutuskan untuk menjual mobil lama Ressa karena dianggap sudah kurang layak pakai.
Mobil tersebut terjual dengan harga Rp 99 juta. Menurut pihak Ressa, dari hasil penjualan itu, Emilia hanya memberikan uang sebesar Rp 20 juta sebagai uang muka (DP) untuk mobil pengganti jenis Avanza. Akibatnya, cicilan mobil pengganti yang mencapai angka Rp 4 juta per bulan harus ditanggung oleh pihak Ressa.
Klarifikasi dari Adik Denada
Melihat informasi yang terus bergulir liar di media sosial, Muhammad Abdullah Surkaty akhirnya muncul untuk memberikan klarifikasi. Ia menyatakan keberatan atas narasi yang menyudutkan ibundanya. Dalam unggahan di akun Instagram resmi almarhumah Emilia Contessa, Muhammad membantah tudingan bahwa ibundanya hanya memberikan Rp 20 juta untuk uang muka mobil tersebut.
Muhammad membongkar bukti dokumen kontrak yang selama ini disimpan oleh pihak keluarga. Ia menyatakan bahwa dalam kontrak tersebut tercantum total uang muka yang telah dibayarkan adalah sebesar Rp 105 juta. Selisih angka yang sangat besar ini menjadi poin utama yang ditekan oleh pihak keluarga Denada.
Tanggung Jawab Pembayaran Cicilan
Selain itu, Muhammad juga menjawab klaim pihak Ressa yang merasa terbebani oleh cicilan bulanan mobil pengganti. Berbeda dengan pengakuan pihak Ressa yang merasa dikejar-kejar petugas leasing, Muhammad justru menyatakan bahwa tanggung jawab pembayaran cicilan masih berada di tangan keluarga mereka.
“Selain itu, beredar juga informasi mengenai pembayaran cicilan mobil Avanza tersebut. Dengan ini saya ingin menyampaikan bahwa pembayaran cicilan mobil Avanza sampai dengan saat ini masih kami bayarkan,” ujarnya.
Muhammad menegaskan bahwa kemunculannya ke publik bukan untuk mengganggu proses hukum yang sedang berjalan atau mendahului keputusan hakim di Banyuwangi. Ia hanya ingin menjaga kehormatan almarhumah ibundanya agar tidak terus-menerus dikaitkan dengan informasi yang menurutnya tidak sesuai fakta dokumen.
Tantangan Hukum dan Kehidupan Pribadi
Masalah ini mencuat ke publik dan disebut-sebut sebagai salah satu pemantik utama yang membuat hubungan kedua belah pihak retak. Bahkan kini masalah rumah tangga mereka berujung pada gugatan hukum pada 26 November 2025 lalu.
Kondisi ini membuat Ratih Puspita Dewi, wanita yang merawat Ressa sejak bayi, kaget karena sempat didatangi oleh petugas penagih (leasing) ke rumahnya. Padahal saat itu Ressa sendiri belum memiliki penghasilan karena belum bekerja.
Klarifikasi ini kini memberikan sudut pandang baru yang kontras bagi publik. Dengan adanya bukti dokumen yang diperlihatkan oleh Muhammad, isu yang selama ini beredar mulai mendapatkan penjelasan yang lebih jelas.











