Insiden Meludahi Fajar Sadboy di Podcast Deddy Corbuzier
Pada sebuah acara podcast yang dipandu oleh Deddy Corbuzier, terjadi insiden tak terduga yang menimpa komika Indra Frimawan. Aksi meludahi Fajar Sadboy terjadi karena emosi yang tidak terkendali. Peristiwa ini kemudian menjadi viral dan menuai banyak kritik dari netizen.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika Fajar Sadboy bertanya kepada Deddy Corbuzier dengan pertanyaan, “Are you kare?” Maksudnya baik, namun pengucapan Fajar Sadboy terdengar seperti kata “kere”. Hal ini memicu reaksi dari Indra Frimawan yang merasa tidak nyaman.
Fajar Sadboy kemudian melanjutkan dengan pernyataan, “Berarti Joker, jomblo kere? kerenya itu ditambah N gitu.” Di sini, Indra Frimawan mulai mengeluh, “Enggak kuat sih gue.” Deddy Corbuzier juga menunjukkan keheranan, “Hah tambah N? Oh, keren… Keren ya Allah.”
Indra Frimawan mencoba membalik situasi dengan menanyakan siapa host podcast favorit Fajar Sadboy. Fajar menjawab secara diplomatis, “Sebenarnya semuanya ya. Ya, semuanya favorit aku. Enggak ada yang terkecuali, semuanya aku suka.” Indra lalu membuat analogi tentang martabak spesial, namun Fajar Sadboy menyanggah bahwa analogi tersebut salah.
Kemudian, Fajar Sadboy mencoba bercanda dengan menyebutkan nama Mohamed dan Liverpool. Indra Frimawan tampak kesal dan akhirnya meludahi Fajar Sadboy. Meski Fajar ingin membalas, ia tidak jadi melakukan apa-apa. Beberapa orang di sekitar tertawa atas kejadian ini.
Reaksi Netizen
Banyak netizen yang tidak setuju dengan tindakan Indra Frimawan. Mereka meninggalkan komentar di akun Instagram Indra Frimawan dengan berbagai kritik. Contohnya, Lisa Mariana menulis, “Ingat ya, adab dulu baru ilmu.” Atlet Fhirdan Guntara menanyakan, “Lucu Mas?”
Beberapa netizen juga menyampaikan pendapat mereka dalam bentuk komentar tajam. Salah satunya menyebut, “Ded gue nonton ke sini bukan karena mau nonton acara lu ye. Gue nonton karena pengin tau apa yang terjadi dengan fajar, karna FYP di gw.” Netizen lain menulis, “Pas Fajar bilang, ‘Kita terlalu sibuk menertawakan orang lain sampai lupa kita akan ditertawakan juga, ditertawakan dengan cara yaang berbeda.’ Itu sindiran buat lo firman dan Deddy,” timpal netizen.
Netizen lain juga berkomentar, “Jelas meludahi bukan sebuah jokes.” Ini menunjukkan bahwa masyarakat umumnya tidak setuju dengan tindakan Indra Frimawan.
Tanggapan Indra Frimawan
Setelah ramai dikecam, Indra Frimawan mengambil keputusan untuk vakum sementara dari dunia komedi. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas semua dukungan selama 10 tahun terakhir. Ia juga menyatakan bahwa dirinya akan hiatus dari dunia komedi untuk introspeksi dan petualangan baru.
“Terima kasih stand up comedy. Terima kasih untuk 10 tahun terbaik yang hadir dalam kehidupan saya. Terima kasih untuk semua teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang selalu mendukung karir saya selama ini. Terima kasih juga untuk para penikmat karya saya yang selalu mendukung apapun yang saya berikan. Ini keputusan paling berani yang saya ambil, karena per-hari ini saya akan hiatus dulu dari dunia komedi entah berapa lama, untuk memulai petualangan baru dalam hidup saya. Terlalu panjang jika saya jelaskan dicaption, tapi poinnya saya siap untuk memulai lagi dari titik nol. Sekali lagi terima kasih semuanya. Sampai bertemu lagi dengan Frimawan 2.0. Adios amigo,” tulis Indra Frimawan.
Sikap Fajar Sadboy
Di tengah ramainya pembelaan netizen terhadap dirinya, Fajar Sadboy mengaku tidak menyangka situasi akan berkembang sejauh ini. Ia merasa campur aduk antara rasa kasihan dan kepedulian terhadap Indra Frimawan.
Fajar menegaskan bahwa dirinya tidak menyimpan rasa sakit hati meskipun aksi serupa terjadi lebih dari sekali. Ia memilih bersikap dewasa dalam menyikapi situasi tersebut. Ketika ditanya mengenai kemungkinan emosi atau perasaan Indra Frimawan saat kejadian berlangsung, Fajar mengaku tidak ingin menebak-nebak.
Ia juga menyampaikan pandangannya terkait posisi dirinya dan Indra dalam dunia hiburan. “Tentunya mungkin kalau dari aku pribadi ya, mungkin karena aku salah aja. Beliau kan komedian, sementara aku cuma komedoan. Jadi aku respect sama beliau. Mungkin beliau lagi pusing atau apa, tapi kita enggak tahu isi hati manusia beda-beda. Jadi ya itu bercanda,” ujar Fajar.
Profil Singkat Indra Frimawan
Indra Frimawan dikenal sebagai salah satu pelawak tunggal dan aktor berbakat Indonesia. Ia memiliki nama lengkap Benedictus Nathanael Indra Frimawan, lahir pada 13 Mei 1991. Namanya mulai mencuat di dunia stand up comedy berkat gaya komedinya yang khas, absurd, dan tak terduga.
Sejak 2013, Indra aktif bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat, sebuah langkah awal yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Karier Indra mulai mendapat perhatian publik saat ia bersama komunitasnya mengikuti Liga Komunitas Stand Up yang diselenggarakan Kompas TV pada 2014. Dalam ajang tersebut, Stand Up Indo Jakarta Barat berhasil melaju hingga babak grand final.
Tahun 2015 menjadi momentum penting dalam kariernya. Indra terpilih sebagai salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ke-5 (SUCI 5). Di kompetisi ini, ia bersaing dengan sejumlah komika berbakat, termasuk rekan-rekannya satu komunitas. Dengan gaya absurd yang menjadi ciri khasnya, serta sesekali menyelipkan trik sulap sederhana seperti sulap kartu dan kipas salju, Indra berhasil mencuri perhatian penonton dan juri.
Gaya komedi Indra dikenal bertipe one liner, yakni melontarkan kalimat-kalimat singkat yang padat namun mampu memancing gelak tawa. Materinya sering kali tak terduga, mengandalkan permainan logika yang absurd dengan penyampaian deadpan ekspresi wajah datar tanpa banyak gestur. Di balik kesederhanaannya, tipe komedi ini menuntut ketelitian tinggi dalam penulisan materi, sesuatu yang menjadi kekuatan utama Indra.
Berkat konsistensinya, Indra juga dinobatkan sebagai Komika Persahabatan di SUCI 5. Ia pun kerap disejajarkan dengan komika absurd lainnya yang sukses menembus tiga besar SUCI. Hingga kini, Indra Frimawan dikenal sebagai sosok komika dengan karakter unik tenang, sederhana, namun mampu menghadirkan tawa lewat cara yang tak biasa.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











