"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

5 fakta pompong dari Lingga tujuan Batam hilang kontak, Aris sempat video call dengan ayahnya

Kapal Pompong Hilang Kontak di Perairan Selat Pintu

Sebuah kapal pompong yang berangkat dari Kabupaten Lingga dengan tujuan Batam dilaporkan hilang kontak. Kejadian ini terjadi setelah kapal tersebut berangkat pada hari Rabu (18/2/2026) dari Pelabuhan Kelumu, Kabupaten Lingga. Kapal tersebut diketahui dinakhodai oleh Eno dan di dalamnya juga terdapat satu orang anak buah kapal (ABK) bernama Aris.

Kapal pompong itu diperkirakan hilang kontak di perairan Selat Pintu, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga. Titik koordinat terakhir yang dikirimkan oleh Eno kepada pemilik kapal melalui pesan WhatsApp adalah 0°24’59.6″N 104°12’49.4″E.

Kronologi Kejadian

Pada hari Rabu (18/2/2026), sekitar pukul 04.00 WIB, kapal motor tersebut berangkat dari Pelabuhan Kelumu menuju Batam dalam kondisi kosong tanpa muatan. Sehari kemudian, pada hari Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, Eno mengirimkan titik koordinat terakhir ke pemilik kapal melalui WhatsApp. Namun, sekitar pukul 10.00 WIB, kapal tersebut diduga hilang kontak di perairan Selat Pintu.

Pemilik kapal, Iwan, mencoba melakukan komunikasi tetapi tidak mendapatkan respons. Pada hari Jumat (20/2/2026), ia berinisiatif menuju titik koordinat terakhir yang dikirimkan oleh Eno. Setelah tiba di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB, pencarian dilakukan, tetapi harus dihentikan karena cuaca buruk, yaitu angin kencang dan gelombang laut tinggi. Akhirnya, Iwan memutuskan kembali ke Kelumu dan tiba sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah kembali ke Kelumu, Iwan melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas Kabupaten Lingga untuk tindak lanjut pencarian. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian di lokasi terakhir hilang kontak di perairan Selat Pintu, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga.

Identitas Nakhoda dan ABK

Eno, yang merupakan nakhoda kapal, berasal dari Lingga Utara. Diketahui bahwa Eno memiliki nama lengkap Jairi dan merupakan warga asli Centeng, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara. Sementara itu, Aris, sebagai ABK, berasal dari Singkep Barat. Nama lengkap Aris adalah Muhammad Sahri, dan ia merupakan warga Ciklatip, Desa Sungai Harapan, Kecamatan Singkep Barat.

Penjelasan dari Kepala Desa

Sementara itu, Kepala Desa Kelumu, Ismet, mengatakan bahwa tidak ada laporan soal warga di desanya yang hilang atau berlayar keluar saat ini. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, tidak ada warga yang merasa kehilangan dengan nama Eno dan Aris. Menurut Ismet, mungkin saja kapal yang hilang kontak singgah ke pelabuhan di Desa Kelumu, tetapi pihaknya belum mengetahui informasi lebih lanjut.

Di Desa Kelumu terdapat dua pelabuhan, yaitu Penarik dan Sertih. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah memberi kabar bahwa tidak ada warga yang hilang atau merasa kehilangan.

Perkembangan Terbaru

Hingga Sabtu (21/2/2026), keluarga masih menunggu kabar tentang Eno dan Aris. Saat ini, tim SAR sedang melakukan pencarian di wilayah Selat Pintu, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga. Namun, hingga saat ini, pencarian belum membuahkan hasil.

Menurut ayah Aris, Muhammad Salihin, tim SAR telah melakukan upaya pencarian di wilayah tersebut, tetapi belum menemukan titik lokasi kapal. Ia menyebutkan bahwa pencarian juga dilakukan hingga Pulau Tajur Biru, tetapi belum berhasil.

Komunikasi Terakhir dengan Aris

Menurut informasi yang diperoleh, Salihin sempat melakukan video call dengan anaknya pada pukul 16.00 WIB, Rabu (18/2/2026). Saat itu, Aris menyampaikan bahwa kapal mereka tersangkut karang, minyak mesin robin untuk membuang air habis, dan baterai handphone hampir habis. Setelah itu, Salihin mencoba menghubungi kembali, tetapi tidak bisa tersambung hingga saat ini.

Pernyataan dari Tim SAR

Saat dikonfirmasi, Kanit SAR Lingga, Oktarian, menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan pemantauan. Ia menjelaskan bahwa pencarian tidak dilakukan karena masuk ke kawasan Batam.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *