"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Hukum  

Reaksi Piche Kota Setelah Jadi Tersangka: Lagu Bahagia Justru Viral

Piche Kota, Penyanyi Lagu “Bahagia Lagi”, Ditetapkan sebagai Tersangka

Piche Kota, penyanyi yang dikenal lewat lagu “Bahagia Lagi”, kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang siswi SMA. Penetapan ini dilakukan oleh Polres Belu setelah gelar perkara yang diadakan pada 19 Februari 2026.

Polisi menyatakan bahwa unsur pidana telah terpenuhi serta terdapat minimal dua alat bukti yang mendukung kasus tersebut. Dugaan kejadian ini terjadi di sebuah hotel di Atambua, dan dilaporkan oleh orangtua korban pada 13 Januari 2026.

Di tengah kasus hukum yang sedang berlangsung, Piche justru memperlihatkan kegiatannya di media sosial dengan membagikan lagu barunya yang trending di Spotify. Ini menunjukkan sikapnya yang tidak menghindar dari publik meski sedang terlibat dalam permasalahan hukum.

Latar Belakang Piche Kota

Piche Kota, yang memiliki nama lengkap Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota, lahir di Atambua, Nusa Tenggara Timur, pada 4 Februari 2002. Ia adalah anak dari Antonius Chen Jaga Kota dan Elfrida Martha Mauluan. Ayahnya juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belu.

Sejak kecil, Piche telah menunjukkan bakat musiknya. Ia aktif tampil di kafe-kafe dan mengikuti berbagai lomba menyanyi di tingkat lokal. Piche juga mengikuti audisi Indonesian Idol musim ketigabelas pada tahun 2025. Meskipun awalnya tidak berniat ikut, ia akhirnya memutuskan untuk mencoba karena didesak teman-temannya.

Karier Musik Piche Kota

Piche menjadi salah satu peserta enam besar dalam ajang Indonesian Idol. Penampilannya yang energik dan suara khas membuatnya mudah dikenali. Di babak Final Showcase, ia berhasil membuat studio galau dengan membawakan lagu “Semata Karenamu” milik Mario G Klau. Meski sering berada di posisi tidak aman, dukungan penggemar dan bakatnya membuatnya melaju hingga babak Spektakuler Show.

Di babak Top 15 Road to Spektakuler Show, Piche tampil dengan lagu “Menghitung Hari 2” dari Anda, yang berhasil membuat BCL deg-degan. Selain itu, ia juga tampil berpasangan dengan Vanessa Zee dalam lagu legendaris “Kisah Kasih di Sekolah”.

Kehidupan Pribadi

Piche Kota dikenal dengan genre pop dalam bernyanyi. Ia juga sangat menginspirasi banyak orang dalam dunia musik. Salah satu band yang paling ia kagumi adalah Coldplay, terutama lagu “Yellow”. Impian terbesarnya adalah bisa menyaksikan konser megah dari band internasional tersebut secara langsung.

Proses Hukum yang Sedang Berlangsung

Kapolres Belu, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) I Gede Eka Putra Astawa, menjelaskan bahwa penanganan kasus ini berada di bawah Unit PPA Satreskrim Polres Belu. Penyidik juga berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta mendapat asistensi dari Direktorat Reserse PPA Polda NTT guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Menurut Gede, penetapan tersangka dilakukan karena telah terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, penyidik juga telah memenuhi syarat minimal alat bukti yang sah berdasarkan ketentuan hukum acara pidana.

Tahapan penanganan perkara meliputi pemeriksaan terhadap saksi dan ahli, serta pengumpulan alat bukti berupa surat, barang bukti, dan bukti elektronik. Pelaksanaan gelar perkara menjadi dasar kuat untuk menentukan status hukum ketiga pria tersebut dalam rangkaian penyidikan yang terukur.

Awal Mula Kejadian

Dugaan kasus rudapaksa terhadap siswi SMA berinisial AC (16) ini terjadi di salah satu hotel di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, pada 11 Januari 2026 sekitar pukul 16.00 WITA. Kejadian memilukan tersebut kemudian dilaporkan oleh orangtua korban ke Polres Belu pada 13 Januari 2026.

Dalam laporan tersebut, terdapat tiga orang terlapor yakni Piche Kota, Rival, dan Roy Mali yang kini semuanya telah berstatus tersangka. Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan sesuai prosedur mengingat korban masih di bawah umur dan kasus ini mendapat asistensi langsung dari Polda NTT sebagai pembina fungsi.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *