"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Budaya  

Tarawih 20 Rakaat dalam 6 Menit, Ponpes Al Quraniyah Pertahankan Tradisi Tahunan

Tradisi Salat Tarawih Kilat di Ponpes Al Quraniyah

Pondok Pesantren (Ponpes) Al Quraniyah di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, memiliki tradisi unik dalam melaksanakan salat tarawih setiap bulan Ramadan. Tradisi ini dikenal dengan nama “tarawih kilat”, yang dilakukan dalam waktu sangat singkat dan menarik perhatian banyak kalangan, terutama pemuda.

Salat tarawih kilat di Ponpes Al Quraniyah terdiri dari 20 rakaat yang dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar enam menit. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menarik minat pemuda agar ikut beribadah di masjid. Tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 2006 sebagai solusi mengajak para pemuda yang sebelumnya enggan melaksanakan salat tarawih karena durasinya yang lama.

Proses Pelaksanaan Salat Tarawih Kilat

Salat tarawih kilat dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Al Quraniyah, KH Azun Mauzun. Proses pelaksanaannya dimulai dengan salat isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan salat witir tiga rakaat. Namun, salat isya dan witir tidak dilakukan secepat saat melaksanakan salat tarawih.

Pantauan menunjukkan bahwa setiap rakaat salat tarawih hanya membutuhkan waktu sekitar 20-25 detik. Dengan demikian, dua rakaat salat tarawih selesai kurang dari satu menit. Jika dirata-ratakan, dua rakaat salat tarawih di Ponpes Al Quraniyah berlangsung selama kira-kira 45 detik saja.

Latar Belakang Tradisi

KH Azun Mauzun mengakui bahwa salat tarawih kilat telah menjadi tradisi rutin setiap tahun selama Ramadan sejak pertama kali digelar pada 2006. Menurut dia, tradisi ini bermula dari kebiasaan para pemuda setempat yang sering nongkrong sambil bermain gitar hingga berkonvoi sepeda motor. Kebiasaan tersebut mengganggu jemaah lain yang sedang melaksanakan salat tarawih, dan para pemuda enggan melakukan salat jika durasinya terlalu panjang.

Untuk mengatasi hal tersebut, Ponpes Al Quraniyah memutuskan melaksanakan salat tarawih kilat yang bertujuan mengajak kalangan pemuda datang ke masjid. Selain itu, keputusan ini juga merupakan kesepakatan bersama antara kaum muda dan tokoh masyarakat setempat.

Perkembangan dan Dampak

Sejak adanya salat tarawih kilat, jumlah pemuda yang datang ke masjid meningkat. Bahkan, ada warga dari luar kampung yang sengaja datang untuk mengikutinya. Awalnya, jumlah jemaah salat tarawih sedikit, tetapi semakin banyak karena pelaksanaannya cepat. Alhamdulillah, selama bertahun-tahun salat ini selalu ramai.

Hampir semua jemaah salat tarawih kilat merupakan kalangan pemuda, dan terlihat cekatan mengimbangi gerakan salat yang sangat cepat. Anak-anak juga terlihat antusias dan tertib mengikuti salat tersebut, sehingga tidak mengganggu kekhuyukan para jemaah lainnya.

Keabsahan dan Penyebab Pergantian

KH Azun Mauzun meyakini bahwa salat tarawih kilat di Ponpes Al Quraniyah sah, karena sesuai dengan syarat dan rukun salat. Setiap bacaan salat menggunakan surat-surat pendek, sehingga bisa dilaksanakan secara cepat dan sesuai dengan aturan agama.

Salat tarawih kilat di Ponpes Al Quraniyah sempat ditiadakan dua kali, yakni pada Ramadan 2022 dan 2025. Pada 2022, ponpes menindaklanjuti imbauan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu untuk meniadakan tarawih kilat. Sementara pada 2025, salat tersebut ditiadakan karena faktor usia KH Azun Mauzun yang sudah tidak muda lagi, serta tidak adanya penerus untuk menjadi imam.

Namun, meski ditiadakan, durasi pelaksanaan salat tarawih tergolong masih cepat, yaitu sekitar 12-15 menit. Pada masa tersebut, jumlah jemaah yang datang ke Ponpes Al Quraniyah sedikit berkurang dari biasanya.

Tanggapan Jemaah

Salah seorang jemaah salat tarawih kilat, Aqilah (24), menyampaikan bahwa ia hampir setiap tahun mengikuti salat tarawih kilat di Ponpes Al Quraniyah yang berada tak jauh dari rumahnya. Ia mengaku tidak merasa kelelahan atau pegal-pegal akibat mengikuti gerakan salat yang tergolong sangat cepat tersebut.

“Alhamdulillah, enggak ada sakit-sakit atau pegal-pegal badannya, karena setiap tahun selalu salat tarawih di Ponpes Al Quraniyah, bahkan salatnya yang cepat, sehingga bisa istirahat lebih lama,” kata Aqilah.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *