"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Laporan Pencurian di Restoran Nabilah O’Brien, Zendhy Kusuma Akui Sudah Bayar: Saya Emosi

Klarifikasi Zendhy Kusuma Mengenai Insiden di Restoran Nabilah O’Brien

Zendhy Kusuma akhirnya angkat bicara setelah insiden yang terjadi di restoran milik selebgram Nabilah O’Brien ramai diperbincangkan di media sosial. Ia memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut dan menegaskan bahwa dirinya sudah melunasi pembayaran secara langsung.

Kronologi Menurut Zendhy

Menurut Zendhy, kejadian bermula dari situasi yang tidak nyaman ketika dirinya dan keluarga menunggu pesanan cukup lama di restoran pada September tahun lalu. Ia mengakui bahwa emosinya sempat terpancing, tetapi ia berusaha menyampaikan sikap dengan cara yang lebih baik.

Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya dan keluarga telah menunggu cukup lama untuk pesanan yang tidak kunjung datang. Dalam kondisi lapar dan lelah, situasi tersebut akhirnya membuat suasana menjadi tidak nyaman. “Saya tidak menutup mata bahwa pada malam itu emosi saya terpancing dan ada sikap yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik,” ujar Zendhy dalam keterangannya melalui Instagramnya, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan bahwa mereka menanyakan ke beberapa pelayan mengenai pesanan tersebut, pada awalnya diberi waktu 15 menit dan menunggu sesuai waktu yang disebutkan. Namun makanan belum juga datang, dan penjelasan yang diterima berbeda-beda. Setelah menunggu hampir 2 jam, Zendhy pergi ke dapur untuk memastikan apakah pesanan sudah dibuat atau belum. Ia dihalangi masuk, ternyata pesanan mereka baru akan diproses.

Namun menurut Zendhy, peristiwa yang sebenarnya merupakan kejadian antara pelanggan dan restoran itu berubah drastis setelah potongan rekaman CCTV beredar luas di media sosial. Ia menyampaikan bahwa terdapat rekaman lain yang menunjukkan situasi berbeda dari yang berkembang di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat bahwa dirinya datang dengan niat menyelesaikan persoalan secara baik, termasuk ketika hendak melakukan pembayaran.

“Namun saat itu pemilik saudari N sedang berada di luar kota, kami sudah membawa surat permintaan maaf, uang tunai untuk membayar pesanan, namun kami tidak diperkenankan masuk, meski demikian kami tetap menunjukkan itikad baik kami ingin menyelesaikan persoalan dengan tertib,” katanya.

Pembayaran dan Proses Hukum

Zendhy menegaskan bahwa setelah kejadian tersebut, dirinya tetap berupaya menyelesaikan persoalan secara langsung dengan pihak restoran. Pada 21 September 2025, ia mengaku telah melakukan pembayaran sebesar Rp530.150 melalui transfer. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak sesederhana potongan video yang beredar di media sosial.

Hingga pada 26 September 2025, Nabilah melaporkan Zendhy atas tuduhan pencurian ke Polsek Mampang, Jakarta Selatan. “Meskipun kami dilaporkan, kami tetap kooperatif dan menunjukkan itikad baik bahkan sebelum adanya panggilan kepolisian kami datang dan klarifikasi menunjukkan bukti terkait upaya yang kami lakukan,” ujarnya.

Keluarga Kena Cyberbullying

Zendhy mengatakan sejak video tersebut viral, dirinya dan keluarga menghadapi berbagai tekanan di ruang digital, mulai dari komentar negatif, penyebaran informasi pribadi, hingga cyberbullying. Ia pun mengambil jalur hukum dengan melaporkan balik Nabilah atas dugaan pelanggaran UU Informasi Teknologi dan Elektronik.

“Cukup berdampak bagi keluarga kami, pekerjaan kami, namun demikian kami tidak menanggapi tersebut karena media sosial, namun peristiwa tersebut berkembang jauh, kami akhirnya melaporkan N ke Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri,” katanya.

Ia berharap masyarakat dapat melihat bahwa rekaman yang beredar di media sosial bukanlah gambaran utuh dari keseluruhan peristiwa yang terjadi pada malam itu. Menurut Zendhy, potongan video tersebut juga disertai narasi tambahan yang tidak sepenuhnya menggambarkan situasi sebenarnya, sehingga menimbulkan kesan yang menyesatkan dan memicu berbagai tuduhan di ruang digital.

Duduk Perkara Versi Nabilah

Kasus ini bermula dari peristiwa pada Jumat (19/9/2025) malam, saat restoran Bibi Kelinci tengah menerima banyak pesanan. Berdasarkan rekaman kamera CCTV, pasangan suami istri ZK dan ERS terlihat memasuki area dapur yang merupakan zona terbatas bagi pelanggan. Keduanya kemudian memprotes karyawan karena pesanan makanan belum juga diberikan.

Menurut kuasa hukum Nabilah, Goldie Natasya Swarovski, setelah keributan tersebut, ZK dan ERS keluar dari restoran sambil membawa 14 menu makanan yang telah dipesan tanpa melakukan pembayaran. Karyawan restoran sempat mengejar ZK dan ERS untuk meminta pelunasan tagihan, tetapi permintaan itu diabaikan.

Berdasarkan struk pembayaran yang telah dicetak, kerugian restoran milik Nabilah mencapai Rp530.150. Melalui kuasa hukumnya, ia juga melayangkan somasi kepada ZK dan ERS pada 24 September 2025 agar keduanya meminta maaf secara langsung. Namun, somasi tersebut tidak direspons. Nabilah kemudian melaporkan ZK dan ERS ke Polsek Mampang Prapatan.

Tak lama berselang, ZK dan ERS justru melayangkan somasi balasan kepada Nabilah dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp1 miliar sebagai syarat damai. Nabilah menolak tuntutan tersebut. Setelah itu, ZK dan ERS melaporkan Nabilah ke polisi karena dianggap menyebarkan rekaman CCTV ke media sosial.

Goldie menegaskan, kliennya mengunggah video tersebut dengan tujuan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di tempat lain. “Klien kami sama sekali tidak memenuhi unsur pidana. Tidak ada niat jahat dari klien kami untuk menyerang kehormatan,” tegas Goldie.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *