Malam Lailatul Qadar: Momen Paling Berharga di Bulan Ramadan
Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang paling istimewa dalam bulan Ramadhan. Dalam Al-Qur’an, malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan. Keistimewaan ini membuat umat Islam secara khusus menantikan datangnya malam tersebut sebagai kesempatan untuk beribadah dan memperoleh berkah yang luar biasa.
Menurut penjelasan Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Miftahul Huda, waktu pasti dari Lailatul Qadar tidak dapat dipastikan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang maksimal. Hal ini sejalan dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yaitu “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.”
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Lailatul Qadar diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil. Malam ini memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan dijelaskan dalam Surah Al-Qadr ayat 1–5 bahwa malaikat dan Jibril turun membawa berkah serta mengatur urusan, menciptakan suasana sejahtera hingga terbit Fajar.
Meski begitu, sebagian besar ulama berpendapat bahwa waktu turunnya Lailatul Qadar tidak bisa ditentukan secara pasti. Bisa saja malam tersebut berpindah-pindah di antara malam-malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada setiap malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Perbedaan Awal Ramadan dan Perkiraan Tanggal Lailatul Qadar
Pada tahun 2026, terdapat perbedaan awal Ramadan antara pemerintah yang diikuti oleh Nahdlatul Ulama (NU) dengan Muhammadiyah. Perbedaan ini menyebabkan perkiraan tanggal malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar juga tidak sepenuhnya sama.
Jika mengacu pada awal Ramadan versi pemerintah dan NU yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka perkiraan malam ganjil pada sepuluh malam terakhir adalah sebagai berikut:
- Malam ke-21: Selasa malam, 10 Maret 2026
- Malam ke-23: Kamis malam, 12 Maret 2026
- Malam ke-25: Sabtu malam, 14 Maret 2026
- Malam ke-27: Senin malam, 16 Maret 2026
- Malam ke-29: Rabu malam, 18 Maret 2026
Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, perkiraan malam ganjilnya menjadi:
- Malam ke-21: Senin malam, 9 Maret 2026
- Malam ke-23: Rabu malam, 11 Maret 2026
- Malam ke-25: Jumat malam, 13 Maret 2026
- Malam ke-27: Minggu malam, 15 Maret 2026
- Malam ke-29: Selasa malam, 17 Maret 2026
Meskipun tanggalnya bisa berbeda satu hari, inti dari anjuran tersebut tetap sama, yaitu memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Pentingnya Ibadah di Sepuluh Malam Terakhir
Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi periode istimewa bagi umat Islam. Pada masa ini, para Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah mereka, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa. Dengan memperbanyak amal kebaikan, umat Islam berharap dapat meraih berkah dan keberkahan yang luar biasa.
Selain itu, banyak ulama yang menekankan pentingnya menjaga ketaqwaan dan kebersihan hati selama sepuluh malam terakhir ini. Mereka menyarankan agar umat Islam tidak terlalu fokus pada prediksi tanggal tertentu, tetapi lebih pada upaya untuk terus beribadah dan bersyukur kepada Allah SWT.
Kesimpulan
Malam Lailatul Qadar adalah momen paling istimewa dalam bulan Ramadhan. Meskipun waktu pastinya tidak dapat dipastikan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir. Perbedaan awal Ramadan antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah memengaruhi perkiraan tanggal malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar. Namun, inti dari anjuran tersebut tetap sama, yaitu memperbanyak ibadah dan berusaha mendapatkan berkah dari Allah SWT.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











