Dokter Detektif Datangi Rutan Polda Metro Jaya, Bawa Buka Puasa untuk Richard Lee
Dokter Detektif atau yang lebih dikenal sebagai Doktif mengunjungi Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Ia datang langsung sambil membawa makanan berbuka puasa untuk dokter Richard Lee (DRL), yang kini ditahan di tempat tersebut.
Richard Lee, yang sebelumnya menjadi tersangka dalam kasus pidana setelah dipolisikan oleh Samira Farahnaz alias Doktif, kini harus menjalani masa tahanan. Penahanan ini dilakukan setelah ia beberapa kali tidak memenuhi kewajiban lapor diri. Kini, Richard Lee hidup di Rutan sambil menunggu proses hukum dan persidangan.
Meskipun terlibat dalam perselisihan hukum, Doktif tetap menunjukkan simpati terhadap Richard Lee. Ia bahkan datang ke Polda Metro Jaya dengan membawa puluhan paket makanan berbuka puasa. Menurut pernyataannya, ia membawa hampir 100 paket makanan untuk berbagai pihak.
- “Kali ini Dokif ada di Polda Metro Jaya ya, Doktif bawa sekitar hampir 100 paket buka puasa ya,” ujar Doktif dalam wawancara yang dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Jumat (13/3/2026).
Makanan yang dibawa tidak hanya ditujukan untuk Richard Lee, tetapi juga untuk rekan-rekannya di sel yang sama serta petugas yang bertugas di Rutan.
- “Untuk apa? Untuk tersangka DRL (dokter Richard Lee), untuk teman-temannya juga satu selnya, bahkan buat tim yang ngejagain juga.”
Doktif menegaskan bahwa ia tidak memiliki dendam terhadap Richard Lee. Menurutnya, memberikan dukungan berupa makanan berbuka puasa adalah bentuk solidaritas kemanusiaan di tengah proses hukum yang sedang berlangsung.
- “Enggak ada dendam ya. Enggak ada, kalau dendam enggak bakalan kirim makanan buat dia ya kan.”
Namun, ia tidak menyangkal bahwa ia merasa kecewa terhadap sikap Richard Lee dalam kasus ini. Menurut Doktif, tindakan Richard Lee membuatnya merasa tidak sesuai dengan profesi seorang dokter.
- “Kalau dendam sih enggak ada. Dokter sih enggak dendam. Tapi kalau misalnya kecewa sangat ya, karena memang kelakuannya sangat membuat Doktif itu merasa kok begini amat sih seorang dokter gitu ya.”
Meski begitu, Doktif tetap mengakui bahwa Richard Lee adalah seorang dokter seperti dirinya. Ia percaya bahwa Allah telah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan memaksa Richard Lee masuk ke dalam tahanan di bulan Ramadan.
Doktif Soroti Penggunaan Rambut Palsu Richard Lee
Sebelumnya, Doktif juga sempat menyampaikan kekhawatiran tentang penggunaan rambut palsu oleh Richard Lee saat berada di tahanan. Ia menilai hal ini tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
- “Karena seorang tahanan itu tidak boleh menggunakan wig,” ujar Doktif dalam wawancara yang dikutip dari YouTube STARPRO Indonesia, Kamis (12/3/2026).
Ia menyebut bahwa Richard Lee masih menggunakan wig saat ditahan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena bisa saja rambut palsu tersebut digunakan untuk menyembunyikan benda-benda berbahaya seperti silet atau senjata.
- “Kenapa? Karena ditakutkan dia menggunakan wig-nya itu bisa dia menyembunyikan misal seperti silet atau apa, dia sembunyikan di balik wig-nya itu, bisa menyakiti dirinya sendiri atau senjata di dalam tahanan dan memang tidak boleh.”
Di akhir pernyataannya, Doktif meminta pihak kepolisian untuk menindaklanjuti aduan ini. Ia berharap Richard Lee tidak lagi diperbolehkan menggunakan wig selama masa tahanannya.
- “Pak, mohon memang pada saat kemarin itu saat ditahan dengan menggunakan borgol tersangka DRL masih menggunakan wignya ya. Jadi Doktif mohon di dalam tahanan mungkin dia tidak boleh menggunakan wig lagi karena memang aturannya seperti itu ya.”
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











