Lirik Lagu “Sesi Potret” – eńau feat. Ari Lesmana
Tahun lalu berjuta alasanku
Maaf tak bisa pulang penghasilanku pas-pasan
Kali ini sudah lumayan
Berkat doamu diijabah Sang Maha Kaya
Dan tahun ini, kubisa pulang
Oleh-oleh sudah ditangan
Tapi anehnya, bukan kau yang menyambutku
Ohh ternyata, kau yang lebih dulu pulang
Ku bertamu ke rumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh,
kalau rindu aku tak mampu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Gengsi menyelimutiku, manusia ini kehilanganmu
Sesi potret yang selalu ku benci
Aneh rasanya kau tak di sini
Susunan barisannya tak sama lagi
Ooh… Satu… dua… tiga…
Ini nyata, kau telah pergi
Ku bertamu kerumah barumu
Tak ada kamu
Hanya papan dan namamu
Mana ocehan, wewangian khasmu
Jarak ini terlalu jauh
Kalau rindu aku tak mampu
Sesal hatiku tak sempat temani kamu
Harusnya kubisikan kata ajaib ke telingamu
Soal ikhlas ternyata aku masih amatir
Masih sangat amatir
Gengsi menyelimutiku
Manusia ini kehilanganmu
Kehilanganmu
Makna Lagu “Sesi Potret” – eńau feat. Ari Lesmana

“Sesi Potret” merupakan lagu yang menggambarkan perasaan kehilangan dan penyesalan. Lagu ini menceritakan seseorang yang tinggal jauh dari orang yang dicintai karena pekerjaan. Dulu ia tidak bisa pulang karena kondisi ekonomi yang sulit. Ia hanya bisa berjanji dan berharap, sambil yakin bahwa doa dari orang yang ia sayangi akan membantunya.
Ketika akhirnya hidupnya mulai membaik dan ia bisa pulang ke rumah dengan membawa hasil kerja kerasnya, justru momen itu berubah menjadi pahit. Sebab, orang yang selama ini ia rindukan ternyata sudah lebih dulu “pulang” atau meninggal dunia. Di sinilah muncul perasaan terpukul, tidak siap, dan seperti kehilangan kesempatan terakhir.
Bagian tengah hingga akhir lagu menggambarkan proses berduka. “Rumah baru” merujuk pada makam, sementara lirik
“hanya papan dan namamu
” menegaskan bahwa yang tersisa hanyalah penanda nama, dan sosoknya kini tinggal kenangan. ‘Sesi potret’ menjadi simbol momen keluarga, seperti foto bersama saat Lebaran atau acara tertentu yang kini terasa kosong karena orang tersebut telah tiada. Lagu ini juga memuat penyesalan karena tak sempat menemani di saat-saat terakhir, tak sempat mengucapkan kata-kata penting, serta masih sulit untuk benar-benar mengikhlaskan kepergiannya.
“Sesi Potret” Terinspirasi dari Kisah Nyata

“Sesi Potret” merupakan karya terbaru eńau yang turut menggandeng kakak kandungnya, Ari Lesmana, yang dirilis pada 30 Januari 2026 lalu. Lagu ini ditulis oleh eńau sebagai representasi dari berbagai kisah orang-orang di sekitarnya, termasuk pengalaman sang istri, yang berkaitan dengan duka kehilangan, rasa bersalah, penyesalan, serta kerinduan terhadap orang tercinta yang telah tiada.
Melalui lagu ini, eńau juga ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya waktu bersama orang-orang tersayang. Ia menyoroti bagaimana gengsi kerap membuat seseorang menunda untuk bertemu atau sekadar memberikan pelukan hangat, hingga akhirnya waktu tersebut tak bisa diulang kembali.
“Sesi Potret” menjadi pengingat bahwa waktu bersama orang-orang tercinta sangatlah berharga dan tidak bisa diulang kembali. Melalui lagu ini, eńau turut mengajak pendengar untuk tidak menunda menyampaikan rasa sayang, sebelum semuanya berubah menjadi penyesalan.
Penyanyi dan Musik
Lagu “Sesi Potret” dibawakan oleh eńau dan Ari Lesmana. Selain itu, lagu ini juga melibatkan beberapa musisi lain seperti Yusuf Mahardika, Dellu Uyee Umrah, dan Nangis Sesenggukan. Proses produksi lagu ini dilakukan dengan penuh perhatian dan ketelitian, sehingga menghasilkan suara yang emosional dan mendalam.
Film Ben & Jody Segera Tayang! Debut Ari Lesmana Jadi Aktor Laga
Selain merilis lagu “Sesi Potret”, Ari Lesmana juga sedang bersiap untuk debut sebagai aktor dalam film “Ben & Jody”. Ini menjadi langkah baru bagi Ari dalam dunia hiburan setelah sebelumnya dikenal sebagai vokalis band indie Fourtwnty. Dengan pengalaman di bidang musik, Ari diharapkan mampu membawa karakter yang kuat dan mendalam dalam film ini.











