"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Pembunuhan Staf Bawaslu Diduga karena Cekcok, Pelaku Ternyata Pacar Korban

Pembunuhan Staf Bawaslu di OKU Selatan: Pelaku Ternyata Kekasih Korban

Pembunuhan terhadap staf Bawaslu Kabupaten OKU Selatan, Maria Simaremare (38), telah mengejutkan masyarakat setempat. Kejadian ini berawal dari perselisihan antara pelaku dan korban yang akhirnya berujung pada tindakan kekerasan.

Penangkapan Pelaku Pembunuhan

Pelaku pembunuhan, yang dikenal dengan inisial SHLN, berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian di Kota Palembang pada hari Sabtu (28/3/2026). SHLN ternyata adalah kekasih korban yang sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Pada saat penangkapan, polisi mengungkap bahwa motif utama dari tindakan tersebut berasal dari rasa tersinggung akibat ucapan meremehkan atau caci maki yang dilontarkan korban.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana menjelaskan bahwa sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Ucapan yang disampaikan korban membuat pelaku merasa terluka dan akhirnya nekat menghabisi nyawa kekasihnya.

Penemuan Jenazah Korban

Maria Simaremare ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, pada Rabu (25/3/2026). Saat ditemukan, korban mengalami luka gorok di leher dan tergeletak di dalam kamar. Warga sekitar pertama kali mengetahui kejadian ini sekitar pukul 08.00 WIB ketika korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons panggilan.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston L Sinaga, saat dikonfirmasi.

Proses Penanganan dan Pemeriksaan TKP

Petugas kemudian melakukan pengamanan lokasi hingga pengumpulan keterangan saksi di sekitar tempat kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, polisi menemukan adanya luka serius di bagian leher korban. Jasad Maria selanjutnya dibawa ke RSUD Muaradua untuk menjalani Visum et Repertum (VER) guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang berada di luar daerah untuk penanganan lebih lanjut.

Hasil Autopsi Dokter Forensik

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan dokter forensik, terdapat luka yang bervariasi pada tubuh korban. Dalam pemeriksaan luar, ditemukan korban mengalami memar, lecet, bintik perdarahan, hingga luka robek menganga. Beberapa luka yang ditemukan meliputi:

  • Luka memar pada dahi serta bahu kanan dan kiri.
  • Luka lecet pada dagu, lengan kanan bawah, serta bibir bagian atas dan bawah pola cetakan gigi.
  • Bintik perdarahan pada kelopak atas bawah mata kanan dan kiri, serta pada seluruh wajah.
  • Kebiruan pada ujung jari tangan kanan dan kiri, serta pucat pada ujung jari dan kaki.
  • Luka terbuka yang sudah dijahit dengan 33 jahitan.

Sedangkan untuk pemeriksaan dalam, luka yang ditimbulkan tergolong serius yang mengindikasikan korban mengalami kekerasan cukup berat. Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan menemukan resapan darah pada bagian dalam kulit kepala korban yang menunjukkan adanya benturan keras. Selain itu, terdapat kerusakan fatal pada saluran pernapasan yang terputus disertai patah tulang leher.

Pemeriksaan juga menemukan bintik-bintik perdarahan pada permukaan organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati, yang mengindikasikan adanya tekanan atau trauma hebat sebelum korban meninggal dunia.

Kesimpulan dari Autopsi

Dari hasil tersebut, penyebab kematian korban diduga kuat adalah mati lemas atau terhalangnya udara masuk ke saluran napas, disertai dengan luka sayat pada leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah. Setelah diautopsi, jenazah dikembalikan ke keluarganya.

Kombes Nandang menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *