"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Suharlan Menginap Sebelum Bunuh Staf Bawaslu OKU Selatan di Kontrakan, Bawa Barang Berharga

Penangkapan Tersangka Pembunuhan Maria Simaremare

Suharlan (34), yang merupakan kekasih dari korban Maria Simaremare (38), menyerahkan diri ke Polsek Sukarami dan mengakui tindakan pembunuhan yang dilakukannya terhadap korban di kontrakan miliknya di OKU Selatan. Pria ini kini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum dibawa ke Polres OKU Selatan.

Dalam proses penyelidikan, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa handphone milik korban yang ditemukan pada tangan tersangka. Selain itu, tersangka juga mengakui bahwa ia membuang dompet korban di sekitar masjid Bandara SMB II Palembang. Dompet tersebut telah ditemukan dan berisi kartu identitas KTP, SIM, serta kartu ATM.

Tersangka juga menyembunyikan motor dan laptop korban di sebuah rumah kosong yang terletak di Desa Karang Lantang, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU. Setelah menjalani interogasi di Polda Sumsel, rencananya tersangka akan dibawa ke Polres OKU Selatan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kronologi Penemuan Jenazah

Sebelumnya, Maria Simaremare (38) ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakannya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 07.50 WIB. Korban diketahui merupakan staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan dan tinggal sendirian di rumah tersebut.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons saat dipanggil. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam kamar. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres OKU Selatan bersama Polsek Muaradua dan Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian. Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat perempuan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua.

Ia menjelaskan, petugas langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP dan pendataan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi. Selain itu, jenazah korban juga telah dievakuasi ke RSUD Muaradua guna dilakukan pemeriksaan medis melalui visum et repertum (VER).

“Langkah-langkah yang kami lakukan di antaranya mendatangi TKP, mengamankan dan memasang police line, melakukan olah TKP, mencatat identitas saksi, membawa korban ke RSUD, serta menghubungi pihak keluarga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa dari hasil pengamatan awal secara kasat mata, ditemukan adanya luka di bagian leher korban. “Secara kasat mata memang ada luka di bagian leher korban yang diduga akibat sayatan benda tajam,” ungkap AKBP I Made Redi Hartana.

Meskipun demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk perkiraan waktu kematian. “Untuk penyebab kematian maupun sudah berapa lama korban meninggal, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit,” tambahnya.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil visum guna mengungkap secara pasti penyebab kematian korban.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *