"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Kecelakaan Maut Rombongan Pengantin di Bengkulu Tengah

Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan Tiga Orang

Pada hari Minggu, 29 Maret 2026, sekitar pukul 08.30 WIB, terjadi kecelakaan mobil rombongan pengantar pengantin di jalan provinsi Bang Haji–Pagar Jati, Desa Layang Lekat, Kecamatan Pagar Jati, Kabupaten Bengkulu Tengah. Kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil pickup warna hitam dengan nomor polisi BE-9883-BL yang dikemudikan oleh Ansori.

Mobil tersebut membawa rombongan pengantar pengantin yang berangkat dari arah Bang Haji menuju Pagar Jati dalam iring-iringan sekitar delapan kendaraan untuk menghadiri akad nikah. Saat melintas di lokasi kejadian, yang merupakan jalan menikung ke kanan dan menurun, kendaraan diduga kehilangan kendali dan bergerak ke sisi kiri jalan sebelum akhirnya terjun ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter.

“Kendaraan terbalik dan terguling ke dalam jurang,” jelas AKP Catur Teguh Susanto, Kasat Lantas Polres Bengkulu Tengah. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan ini merupakan kecelakaan tunggal yang melibatkan satu unit mobil pickup L300.

Jumlah penumpang di dalam kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 15 orang. Akibat kejadian tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yakni An (sopir), Ja, dan Ma. Sementara itu, korban lainnya mengalami luka berat dan luka ringan. Data sementara menyebutkan bahwa korban meninggal dunia sebanyak tiga orang, luka berat satu orang, dan luka ringan tiga orang.

Seluruh korban langsung dievakuasi ke rumah sakit dan puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. An diketahui merupakan warga Desa Sekayun Mudik, Kecamatan Bang Haji, yang berprofesi sebagai petani dan menjadi sopir kendaraan nahas tersebut. Ja, yang juga meninggal dunia, merupakan warga Desa Bang Haji dan berprofesi sebagai petani. Korban lainnya, Ma, juga berasal dari Desa Sekayun Mudik.

Untuk korban luka, di antaranya Warni, Salsabila, Aisa Putri, dan Erma Wati, yang seluruhnya merupakan warga Sekayun. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga mengimbau para pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur menikung dan menurun seperti di lokasi kejadian.

Keterangan Keluarga dan Penyebab Kecelakaan

Anggota DPRD Bengkulu Tengah sekaligus keluarga korban, Jon Karnedi, mengatakan hingga saat ini kronologi pasti kejadian masih belum dapat dipastikan. “Untuk kronologisnya kami belum bisa menyampaikan secara pasti, namun kejadian itu terjadi sekitar jam 9 pagi di jalan lintas provinsi antara Layang Lekat dan Sekayun,” kata Jon Karnedi kepada wartawan saat diwawancarai di rumah duka, Senin (30/3/2026).

Saat wartawan datang ke rumah duka yang berada di Desa Sekayun Mudik, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah, tiga tenda duka berdiri hampir berdampingan dengan jarak hanya 100 meter di setiap rumah duka. Sejumlah pelayat datang hilir mudik, bergantian dari satu rumah ke rumah yang lain. Sementara keluarga korban tampak duduk di rumah masing-masing menerima tamu dengan raut kesedihan di wajahnya.

Menurut keterangan keluarga, mobil yang membawa rombongan tersebut dikemudikan oleh Ansori, yang juga menjadi salah satu korban meninggal dunia. Kendaraan tersebut merupakan bagian dari iring-iringan rombongan pengantar pengantin menuju Desa Bajak Dua, Kecamatan Taba Penanjung.

Jon menjelaskan, kondisi jalan di lokasi kejadian berada di tikungan yang kemudian memasuki jalur lurus. “Di lokasi itu tikungan, tapi tidak jauh dari situ sudah lurus. Bukan tanjakan,” katanya. Kendaraan diduga tidak melaju kencang saat kejadian. “Kalau dari keluarga yang ikut rombongan, kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Kemungkinan lepas kontrol,” jelasnya.

Tiga Korban Meninggal Dunia

Awalnya, dua korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, yakni Ansori dan Jahari. Namun, pada Minggu malam setelah waktu Maghrib, satu korban lain, Mar’ah, yang merupakan ibu dari Jahari, juga meninggal dunia. “Total korban meninggal dunia menjadi tiga orang, yaitu Ansori, Jahari, dan Mar’ah,” kata Jon.

Sementara itu, dua korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit, terdiri dari satu anak-anak dan satu orang dewasa. Pengantin tetap melanjutkan akad nikah meskipun diliputi duka. Jahari diketahui merupakan ayah kandung dari pengantin. Saat kejadian, pengantin tidak berada di dalam mobil karena memilih menggunakan sepeda motor.

“Pengantin tidak ikut di mobil karena mabuk perjalanan, jadi naik sepeda motor,” ujarnya. Usai kecelakaan, seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit oleh keluarga untuk mendapatkan pertolongan. Meski diliputi duka, prosesi pernikahan tetap dilaksanakan di Desa Bajak Dua. Namun setelah akad nikah, pengantin laki-laki langsung kembali ke rumah untuk mengurus jenazah ayahnya.

Sosok Ansori di Mata Keluarga

Jon Karnedi juga mengenang sosok kakaknya, Ansori, sebagai pribadi yang pekerja keras dan menjadi panutan dalam keluarga. “Beliau sosok yang baik, pekerja keras, dan menjadi panutan bagi kami, khususnya saya sebagai adik kandungnya,” ujarnya. Ansori diketahui bekerja sebagai petani dan meninggalkan seorang istri serta tiga orang anak.

“Kami tidak menyangka beliau pergi secepat ini. Tapi kami ikhlas, Allah lebih sayang beliau,” kata Jon. Keluarga berharap doa dan dukungan dari masyarakat atas musibah yang mereka alami. “Kami mohon doa dari seluruh masyarakat atas musibah ini,” tutupnya.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *