"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Marah karena pacar digoda kakek 80 tahun, pria bunuh dan bungkus mayat dengan lakban lalu cor semen

Pembunuhan Kakek 80 Tahun di Cilacap: Motif Cemburu dan Perencanaan Rumit

Sebuah kasus pembunuhan yang mengerikan terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Seorang kakek berusia 80 tahun, yang merupakan warga negara Singapura dengan inisial SS, ditemukan tewas dalam kondisi yang sangat menggemparkan. Jasad korban ditemukan di aliran Sungai Citanduy, Kecamatan Wanareja, pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Kejadian ini memicu penyelidikan intensif oleh aparat kepolisian setempat.

Korban dipastikan menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh tiga pelaku, yaitu A, H, dan K. Dua dari mereka, H dan K, telah ditangkap oleh Polresta Cilacap pada Rabu (25/3/2026) malam. Sementara itu, A, yang disebut sebagai otak pembunuhan, masih dalam pengejaran. Menurut hasil pemeriksaan pelaku, motif utama pembunuhan adalah cemburu. A merasa tidak nyaman karena kekasihnya digoda oleh korban.

Perencanaan Pembunuhan yang Terstruktur

A kemudian menyewa sebuah rumah di Sukabumi, Jawa Barat, untuk merencanakan pembunuhan bersama H dan K. Korban dijebak dengan dalih diajak bertemu perempuan yang disukainya. Di lokasi tersebut, korban dibunuh menggunakan batang bambu oleh pelaku H. Selanjutnya, K membekap mulut korban agar tidak berteriak.

Setelah korban tewas, jasadnya dililit lakban, dibungkus kain, dan dicor untuk menutupi jejak pembunuhan. Mereka kemudian membuang jasad korban ke Sungai Citanduy, yang berjarak sekitar 390 km dari lokasi pembunuhan. Setelah dieksekusi, jasad korban sempat dibawa berkeliling sebelum akhirnya dibuang.

Penemuan Jasad dan Identifikasi Korban

Penemuan jasad korban menjadi titik awal pengungkapan kasus ini. Keluarga korban sebelumnya telah membuat laporan kehilangan anggota keluarga. Penyidik mencocokkan ciri-ciri jasad dengan laporan tersebut. Hasil koordinasi menunjukkan adanya kecocokan antara korban dan laporan orang hilang di Jakarta.

Dari informasi yang diperoleh, korban tinggal di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini. Pelaku yang telah ditangkap dapat dijerat dengan Pasal 459 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara.

Empat Langkah Mengatasi Rasa Cemburu

Rasa cemburu sering kali dianggap sebagai emosi negatif. Namun, sebenarnya rasa cemburu adalah hal yang wajar dan bisa terjadi dalam berbagai situasi, bukan hanya dalam hubungan asmara. Cemburu sering disalahartikan dan dianggap sama dengan iri. Padahal, saat merasa cemburu, kita merasa bahwa seseorang atau sesuatu menjadi penghalang dalam menerima perhatian dan kasih sayang.

Untuk mengatasi rasa cemburu, berikut empat langkah yang bisa dilakukan:

  • Akui bahwa kita cemburu

    Cemburu adalah salah satu dari rangkaian emosi yang akan dialami manusia dalam hidupnya. Karena itu, jika kita menyangkalnya, bisa-bisa kita akan terus menyangkal perasaan sendiri ke depannya. Jujur pada diri sendiri akan membuat halangan di atas hilang. Setelah itu, ingatlah bahwa emosi membutuhkan waktu dan ruang untuk diproses.

  • Identifikasi kebutuhan yang tak terucapkan/terpenuhi

    Langkah kedua ini mungkin sedikit tidak nyaman. Pasalnya, kita harus melatih kerentanan dalam diri sendiri. Jika kecemburuan yang kita hadapi melibatkan pihak ketiga, cobalah untuk melakukan penilaian diri guna membantu kita menyaring jalinan emosi. Pertanyaan seperti “Apa maksud emosi kita?” atau “Mengapa kita merasa tidak terlihat dalam hubungan ini?” bisa menjadi acuan untuk menilai diri.

  • Selesaikan masalah kecemburuan

    Berhati-hatilah sebelum menceritakan tentang masalah kita. Tentu kita tak ingin memperburuk keadaan dengan berbicara kepada orang yang kita anggap sebagai alasan dari kecemburuan kita. Dengan berbicara langsung pada orang yang menjalin hubungan dengan kita, dan meluapkan seluruh emosi, secara tidak langsung kita tengah membangun keintiman dan hubungan emosional melalui kerentanan.

  • Hindari membuat keputusan terburu-buru

    Keputusan yang dibuat saat emosi meningkat hanya akan memberi dampak negatif. Kecemburuan yang tidak terkendali juga dapat berubah menjadi rasa iri dan kemarahan, yang dapat menyebabkan hubungan makin regang. Jadi, lebih baik luangkan waktu sejenak dan menenangkan diri saat berada dalam masalah, sehingga dapat mengurangi kemungkinan membuat pilihan yang salah.




Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *