Peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon Berlangsung Khidmat
Perayaan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon berlangsung dengan penuh makna dan nuansa budaya yang kental. Acara ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk melestarikan tradisi dan kearifan lokal. Berbagai prosesi adat ditampilkan, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus mengingatkan masyarakat akan identitas daerah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mempersiapkan rangkaian kegiatan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menonjolkan nilai-nilai budaya. Salah satu acara utama dalam peringatan ini adalah prosesi Mapag Kanjeng Dalem atau Makadal, yang menjadi daya tarik utama bagi peserta dan pengunjung.
Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpar Kabupaten Cirebon, Iman Hermanto, menjelaskan bahwa peringatan hari jadi tahun ini dirancang sebagai momentum pelestarian budaya. “Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada upacara seremonial, tetapi juga menonjolkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Cirebon,” ujarnya saat diwawancarai.

Usai upacara resmi di pagi hari, rangkaian dilanjutkan dengan prosesi Mapag Kanjeng Dalem atau Makadal. Tradisi ini merupakan bentuk penjemputan tamu kehormatan yang dikemas dalam kirab budaya. Tamu kehormatan seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Cirebon H. Imron, Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman, hingga unsur Forkopimda dijemput dengan iring-iringan dari Kantor Bupati menuju Gedung DPRD Kabupaten Cirebon untuk mengikuti Rapat Paripurna Istimewa.

Suasana adat terasa begitu kental dalam prosesi tersebut. Iring-iringan diwarnai alunan gamelan, kesenian Gong Renteng, penari tradisional, pembawa payung kebesaran, hingga kehadiran tokoh lengser sebagai pengiring kehormatan. “Makadal ini pada dasarnya adalah tradisi penjemputan tamu agung. Nuansanya sangat khas karena dipadukan dengan berbagai unsur kesenian, termasuk Gong Renteng yang merupakan tradisi budaya khas Cirebon,” jelas Iman.
Ia menambahkan, tradisi serupa juga kerap dijumpai dalam berbagai kegiatan adat lainnya, seperti pernikahan atau upacara tradisional yang dikenal dengan istilah cucuk lampah.
Selain prosesi adat, peringatan Hari Jadi Kabupaten Cirebon juga diramaikan dengan berbagai event budaya yang melibatkan seniman lokal. Setiap tahun, pelibatan seniman dan budayawan selalu menjadi bagian penting. Ini bukan hanya perayaan, tetapi juga upaya pelestarian budaya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, prosesi Mapag Kanjeng Dalem dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dari halaman depan Kantor Bupati Cirebon. Barisan pejabat dan tokoh adat tampak berdiri di tengah jalan dengan latar umbul-umbul kuning dan hijau, menciptakan suasana formal yang khidmat.
Kirab kemudian bergerak dengan diiringi penari perempuan berkostum hijau emas yang berjalan di barisan depan sambil membawa properti bunga. Di belakangnya, rombongan pejabat berjalan di bawah payung agung, mengenakan pakaian adat beskap lengkap. Rombongan juga melewati gapura candi bentar khas arsitektur Cirebon, memperkuat nuansa tradisional dan religius yang menyatu dalam prosesi tersebut.
Puncaknya, para tamu kehormatan disambut di bawah tenda dengan pengalungan bunga melati, disaksikan masyarakat dan awak media yang memadati lokasi.
Tak hanya itu, rangkaian kegiatan juga diawali dengan napak tilas dan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati sebagai bentuk refleksi sejarah dan penghormatan kepada tokoh pendiri Cirebon.
Bupati Cirebon, Imron, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi ini menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu. “Harapan di hari ulang tahun ini, kami ingin Kabupaten Cirebon seperti dulu kala. Kami sejak kemarin melakukan napak tilas agar masyarakat dan para pejabat tahu bahwa Cirebon berdiri karena ada sesepuh-sesepuh kita, pendahulu kita yang sudah berjuang untuk Kabupaten Cirebon,” kata Imron.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah untuk meneladani semangat perjuangan tersebut demi kemaslahatan bersama. “Maka kami sebagai pelatih dan tentunya masyarakat serta aparatur pemerintah, ayo kita meniru perjuangan mereka untuk kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Imron menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mendukung upaya pelestarian budaya, termasuk rencana dari Gubernur Jawa Barat untuk menghidupkan kembali tradisi di masa mendatang. “Dan terkait niat Pak Gubernur di tahun 2027 untuk menghidupkan kembali budaya tersebut, kami Bupati siap untuk mendukung rencana Pak Gubernur, karena Cirebon sangat menghargai budaya. Bahkan Kabupaten Cirebon adalah salah satu daerah yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan,” ucap Imron.
Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung selama dua hari, peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon tak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum memperkuat jati diri daerah melalui pelestarian budaya dan penghormatan terhadap sejarah.











