Peristiwa Tragis di Pesta Pernikahan Purwakarta
Sebuah acara hajatan yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi momen mencekam setelah seorang ayah pengantin tewas akibat pengeroyokan oleh sekelompok pria tak dikenal. Kejadian ini terjadi di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Peristiwa tragis tersebut menimpa Dadang (58), yang merupakan tuan rumah acara hajatan. Saat itu, para tamu undangan sedang menikmati jalannya acara, namun suasana tiba-tiba berubah drastis ketika sekelompok pria datang dan meminta sejumlah uang kepada keluarga. Penolakan dari Dadang justru memicu emosi pelaku, sehingga memicu keributan yang dengan cepat memicu kepanikan di tengah kerumunan tamu.
Detik-detik kejadian berlangsung sangat cepat. Pelaku langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban, yang kemudian terkapar di lokasi kejadian. Teriakan histeris para tamu pun pecah, sementara warga dan keluarga berusaha memberikan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis pada malam hari. Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap siapa pelaku dan motif dari kejadian tersebut.
Proses Penyelidikan dan Identifikasi Pelaku
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta kini sedang memburu pelaku yang telah berhasil diidentifikasi. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), visum awal terhadap jasad korban, serta autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Uyun Saeful Uyun menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung secara maraton. “Untuk peristiwa penganiayaan yang terjadi di Campaka, penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman keterangan dari para saksi,” katanya.
Menurut Uyun, pihaknya telah mengantongi identitas terduga pelaku. Namun, pelaku saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian. “Pelaku sudah teridentifikasi dan saat ini dalam proses pengejaran,” jelasnya.
Pengakuan Keluarga Korban
Adik korban, Asep Wahyu, mengatakan sekelompok pria yang diduga berjumlah sekitar 10 orang datang ke lokasi hajatan dan meminta uang kepada pihak keluarga. Permintaan uang yang diduga sebagai “jatah” itu berujung keributan setelah tidak dipenuhi sesuai keinginan pelaku.
Di tengah kekacauan, Dadang yang tengah mengurus jalannya acara justru menjadi sasaran amukan. Asep mengaku tidak mengenal para terduga pelaku, karena dirinya tinggal di Karawang, sementara sang kakak menetap di Purwakarta.
Namun, dari informasi yang ia terima, jumlah pelaku cukup banyak dan sempat membuat situasi tak terkendali. “Pertama dikasih, terus minta lagi. Katanya Rp500 ribu. Kejadiannya terus begitu (pemukulan)” ungkapnya di Mapolres Purwakarta.
Benda yang Diduga Digunakan Sebagai Senjata
Dalam beberapa rekaman video yang beredar, terlihat suasana kacau dengan warga berlarian. Korban tampak tergeletak tak berdaya di tengah kerumunan. Istri korban, Juju, tak kuasa menahan duka hingga pingsan di lokasi.
Kasi Humas Polres Purwakarta AKP Enjang Sukandi membenarkan adanya insiden pengeroyokan tersebut. Enjang mengatakan kejadian berawal dari keributan yang berujung pada aksi kekerasan. “Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” katanya.
Berdasarkan hasil olah TKP, polisi menemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Penanganan Lebih Lanjut
Menurutnya, polisi bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah terduga pelaku. Kemudian, terduga pelaku menjalani pemeriksaan intensif oleh Satreskrim Polres Purwakarta untuk mengungkap kronologi dan motif kejadian.
“Pelaku sudah diamankan, dan kami masih melakukan pendalaman,” ungkap Enjang.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











