"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Tidak Hanya Irish Bella, Ammar Zoni Juga Sebut Haldy Sabri, Harapkan Anak Punya Ayah yang Tulus

Ammar Zoni Mengungkap Harapan untuk Anak-Anaknya

Ammar Zoni, aktor yang kini tengah menjalani proses hukum terkait kasus peredaran narkoba, mengungkapkan rasa penyesalan dan harapan mendalam bagi anak-anaknya. Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, ia menyampaikan bahwa dirinya merasa gagal sebagai ayah karena tindakan yang telah dilakukannya.

Keterbatasan akses di dalam tahanan membuat Ammar tidak bisa memantau kondisi anak-anaknya secara langsung. Ia hanya bisa mendoakan agar mereka tumbuh sehat dan bahagia bersama ibunya. “Anak-anak itu yang pasti nomor satu. Saya sebagai bapak telah membuang waktu saya. Membuang waktu kebersamaan dengan anak saya yang tidak akan balik lagi,” ujarnya dengan nada lirih.

Ia juga mengungkapkan harapan agar anak-anaknya mendapatkan figur ayah yang lebih baik darinya. Ia menunjuk Haldy Sabri, pengusaha Aceh yang baru saja menikahi Irish Bella, sebagai contoh yang ingin ia jadikan panutan. “Saya berharap anak-anak saya bisa mendapatkan bapak yang benar, yang baik, tidak seperti sayalah,” tambahnya.

Haldy Sabri Merespons Pernyataan Ammar Zoni

Haldy Sabri, yang saat ini menjadi suami dari Irish Bella, turut merespons pernyataan Ammar Zoni dalam pledoi yang dibacakan dalam persidangan. Ia menilai bahwa membawa isu pribadi dalam pembelaan hukum adalah hal yang tidak tepat. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Haldy menyampaikan pendapatnya dengan tegas.

Menurut Haldy, fokus utama dalam pledoi seharusnya tetap pada perkara hukum yang sedang dihadapi. Ia menilai gaya penyampaian Ammar terlalu berlebihan dan melibatkan istrinya di luar konteks perkara. “Jangan bikin pembelaan lebay dengn membawa-bawa istri orang,” sindirnya.

Lebih lanjut, Haldy menilai bahwa apa yang disampaikan Ammar terkesan seperti curahan hati, bukan pembelaan hukum yang substansial. “Terkesan seperti curhat padahal selama ini kita tidak mengusik kita jalan sesuai sewajarnya hidup,” katanya.

Dalam pernyataannya, Haldy juga mengingatkan agar situasi ini tidak memperkeruh hubungan antar pihak. Ia berharap tidak ada pihak yang membuka celah konflik lebih jauh. “Jangan membuka ruang untuk memutuskan silaturahmi,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Haldy menyampaikan harapan agar proses hukum berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan terbaik. “Semoga Allah SWT memberi yang terbaik ya putusannya nanti… Aamiin,” tutupnya.

Kondisi Hukum yang Dihadapi Ammar Zoni

Meski tengah diliputi kesedihan, Ammar Zoni masih harus menghadapi ancaman hukuman yang berat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melayangkan tuntutan pidana selama sembilan tahun penjara serta denda sebesar Rp 500 juta terkait kasus dugaan peredaran narkoba di dalam rutan.

Namun, meskipun menghadapi ancaman hukuman yang panjang, Ammar tetap mencoba optimis. Ia berjanji akan membuktikan kepada publik dan keluarganya bahwa ia mampu berubah dan keluar dari keterpurukan setelah masa hukumannya usai. “Saya akan berusaha menunjukkan kalau saya bisa bangkit dari keterpurukan saya. Saya berusaha untuk membuktikan kalau saya bisa,” pungkasnya dengan tegas.

Harapan untuk Masa Depan

Ammar Zoni menegaskan bahwa ia tidak ingin anak-anaknya terkena dampak negatif dari tindakannya. Ia berharap mereka dapat tumbuh dalam lingkungan yang stabil dan penuh kasih. Meski kini harus menjalani hukuman, ia tetap percaya bahwa ia dapat memperbaiki diri dan menjadi contoh yang baik bagi keluarganya.

Dengan harapan besar, Ammar berusaha menjalani proses hukum dengan penuh tanggung jawab. Ia yakin bahwa dengan kesabaran dan kerja keras, ia bisa kembali ke jalan yang benar dan memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *