Duka yang Menjadi Harapan
Nia, putri dari almarhum Ujang Junaidi, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia akibat tertimpa pohon di Jalan Kapten Arivai, Palembang, masih terus merasakan duka kehilangan ayahnya. Meski begitu, ia berusaha untuk menjaga semangat dan meneruskan impian sang ayah.
Dalam wawancara dengan media, Nia mengungkapkan harapan almarhum ayahnya agar ia bisa melanjutkan pendidikan, bekerja, dan membayar cicilan rumah impian keluarga. Impian tersebut kini menjadi tanggung jawab bagi Nia, yang saat ini sedang menempuh studi semester keenam.
“Harapannya kalau sudah kuliah langsung dapat kerjaan. Karena ingin menyambung pembayaran rumah impian ayah. Jangan sampai rumah itu tidak jadi karena sudah ayah perjuangkan,” ujar Nia dengan suara lirih.
Rumah tersebut menjadi simbol perjuangan Ujang sebagai tulang punggung keluarga. Selama ini, ia bekerja keras demi mewujudkan tempat tinggal layak bagi istri dan kedua anaknya. Namun, takdir berkata lain. Kepergian mendadak sang ayah meninggalkan beban besar, termasuk sisa cicilan rumah yang masih harus dilunasi.
Ketika Walikota Palembang, Ratu Dewa, mengunjungi rumah duka, Nia menyampaikan harapan tersebut. Mendengar langsung keinginan Nia, Ratu Dewa menyampaikan empati sekaligus pesan agar keluarga tetap tabah dan mengikhlaskan kepergian almarhum.
Ia kemudian menanyakan sisa pembayaran rumah yang masih tersisa. Setelah mengetahui jumlahnya, Ratu Dewa langsung menyatakan kesiapannya untuk membantu.
“Sisanya berapa? 43 juta? Ya sudah, sisanya biar aku bayar saja,” ujarnya.
Komitmen tersebut menjadi secercah harapan bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus upaya agar impian almarhum Ujang Junaidi memiliki rumah sendiri tetap dapat terwujud meski ia telah tiada.
Janji Ratu Dewa
Walikota Palembang, Ratu Dewa, melayat ke rumah duka almarhum Ujang Junaidi, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan Kapten A. Rivai. Dalam kunjungan pada Jumat (3/4/2026) malam tersebut, Ratu Dewa menyampaikan duka mendalam sekaligus menjanjikan bantuan menyeluruh bagi keluarga yang ditinggalkan.
Almarhum Ujang Junaidi diketahui mengembuskan napas terakhirnya saat hendak menuju masjid untuk menunaikan salat Jumat. Kepergiannya menyisakan beban berat bagi istri dan dua anaknya yang selama ini tinggal di rumah kontrakan dan bergantung sepenuhnya pada penghasilan almarhum.
“Saya menerima kabar ini dengan duka yang sangat mendalam. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Palembang, saya menyampaikan belasungkawa. Kehilangan ini tidak tergantikan, dan kami memastikan pemerintah hadir dengan pendampingan, santunan, serta perhatian penuh,” ujar Ratu Dewa saat menyambangi rumah duka.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Ratu Dewa berkomitmen untuk menjamin kelangsungan pendidikan kedua anak almarhum agar dapat terus mengejar cita-citanya. Di sisi lain, Ratu Dewa menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi serius bagi jajarannya.
Ia telah menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap pohon-pohon rawan tumbang di seluruh sudut kota guna memastikan keselamatan publik.
“Peristiwa ini bukan sekadar musibah, tetapi tanggung jawab kami. Saya telah memerintahkan penanganan cepat di lapangan dan evaluasi menyeluruh. Jika ditemukan adanya kekurangan dalam pengawasan atau penanganan, akan ada konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ratu Dewa berharap kehadiran pemerintah dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama bagi warga yang sedang tertimpa musibah.











