Motif Pembakaran Istri dan Mertua yang Menggemparkan Warga Jepara
Pada Jumat (3/4/2026) dini hari, sebuah kejadian tragis terjadi di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Seorang pria bernama Wardoyo (64) tega membakar istrinya, Sriningsih (55), dan mertuanya, Margi (90). Kejadian ini menimbulkan rasa kaget dan prihatin di kalangan warga setempat.
Korban mengalami luka bakar hingga 90 persen dan segera dilarikan ke RSUD RA Kartini Jepara untuk mendapatkan perawatan intensif. Saat kejadian, kedua korban sedang tertidur pulas. Pelaku memasuki rumah korban dengan membawa jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. BBM tersebut disiramkan ke tubuh korban yang masih terlelap tidur. Setelah itu, pelaku menggunakan kayu yang dibungkus kain untuk menyulutkan api, sehingga korban terbakar.
Peristiwa yang Mengejutkan dan Berdampak Besar
Menurut informasi yang diperoleh, kejadian ini terjadi sekitar pukul 01.45 WIB. Pelaku, Wardoyo, merupakan mantan suami dari Sriningsih yang kini sudah tinggal terpisah. Namun, tindakan nekatnya ini diduga dipicu oleh perasaan cemburu. Sebelum kejadian, Wardoyo mendengar kabar bahwa mantan istrinya akan menikah lagi dengan orang lain. Kabar ini membuat pelaku marah dan tidak terima, sehingga ia melakukan aksi pembakaran terhadap mantan istri dan mantan ibu mertuanya saat mereka sedang tidur.
Setelah kejadian, korban Sriningsih terbangun dan berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar langsung datang membantu memadamkan api dan melarikan korban ke rumah sakit. Saat itu, pelaku juga mengalami gejala muntah-muntah dan kemudian dibawa ke Puskesmas Bangsri untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Setelah dinyatakan sehat, pelaku diserahkan ke pihak kepolisian.
Penanganan Kasus oleh Polres Jepara
Kasus penganiayaan dengan cara membakar ini kini dalam penanganan Satuan Reskrim Polres Jepara. Kasat Reskrim, AKP M Faizal Wildan Umar Rela, menjelaskan bahwa pelaku telah ditahan dan sedang menjalani proses hukum. Dalam penyelidikan, polisi akan mencari tahu lebih jauh tentang motif dan alur kejadian yang terjadi.
Selain itu, pihak rumah sakit juga memberikan perawatan intensif kepada korban. Luka bakar yang dialami korban sangat parah, sehingga membutuhkan perawatan khusus. Korban kini masih menjalani pemulihan dan kondisi kesehatannya terus dipantau oleh tenaga medis.
Tindakan Warga yang Cepat dan Tanggap
Kejadian ini juga menunjukkan tanggung jawab dan kesadaran warga setempat. Saat api mulai menyebar, warga segera turun tangan untuk memadamkan api dan membantu korban. Tindakan cepat ini meminimalisir risiko tambahan bagi korban dan membantu proses evakuasi.
Warga juga turut serta dalam proses penangkapan pelaku. Setelah pelaku berhasil ditangkap, warga langsung menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kesimpulan
Peristiwa pembakaran yang melibatkan mantan istri dan mertua ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya pengendalian emosi dan kebijaksanaan dalam menghadapi konflik. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar.











