"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Dua ABK Benoa Tewas Dibakar Hidup-hidup oleh Pelaku

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Sadis di Pelabuhan Benoa

Pihak kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap lima pelaku pembunuhan sadis yang menewaskan dua korban di kawasan Pelabuhan Benoa. Aksi cepat dilakukan oleh tim gabungan dari Satreskrim Polresta Denpasar, Jatanras Polda Bali, serta Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat (10/4/2026) dini hari. Dua korban yang tewas adalah Egi Ramadan (30) asal Cirebon dan Hisam Adnan (30) asal Semarang. Keduanya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bakar serius di wilayah Jalan Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan. Dugaan kuat menyebutkan bahwa keduanya menjadi korban pengeroyokan sebelum akhirnya dibakar dalam keadaan masih hidup.

Kapolresta Denpasar, Leonardo David Simatupang, menjelaskan bahwa kelima pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat berkat kerja cepat aparat dan dukungan masyarakat. Para pelaku yang ditangkap yakni Sadat Agusnia, Dede Hamzah, Nurdin, Deni Rizaldi, dan Iyan Sopian.

Penangkapan dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi di Denpasar. Diawali pada Pukul 12.45 WITA, Nurdin diamankan di kawasan Benoa; Pukul 13.30 WITA penangkapan dilakukan terhadap Iyan Sopian, Dede Hamzah, dan Deni Rizaldi. Terakhir pada Pukul 14.45 WITA, Sadat diamankan di wilayah Denpasar Selatan. “Seluruh pelaku berhasil kami amankan kurang dari 10 jam setelah kejadian,” ujar Kapolresta.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Agus Riwayanto, mengungkapkan bahwa peristiwa bermula dari pertemuan korban dengan seorang saksi di area dermaga Benoa sambil mengonsumsi minuman keras. Dalam kondisi mabuk, korban Egi sempat melakukan panggilan video kepada salah satu pelaku-Iyan Sopian (IS) dan melontarkan ancaman. Adu mulut pun terjadi hingga berujung kesepakatan untuk bertemu.

Saat korban tiba di lokasi, lima pelaku langsung melakukan pengeroyokan menggunakan tangan kosong, batu, dan balok kayu. Seorang saksi yang berada di lokasi berhasil melarikan diri.

Sekitar 30 menit setelah pengeroyokan pertama, para pelaku kembali ke lokasi. Saat itu, kedua korban dalam kondisi tidak berdaya namun masih hidup. Dalam aksi kedua yang jauh lebih keji, para pelaku menyiram tubuh korban dengan bensin dan membakar korban di tempat kejadian.

Korban akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar parah sebelum bantuan tiba. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting, antara lain batu dan balok kayu; botol bekas bensin; pakaian korban; ponsel pelaku; serta jaket dan sepatu yang terbakar.

Proses Penangkapan dan Pengungkapan Fakta

Penangkapan pelaku dilakukan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah disusun oleh tim penyidik. Setiap tahap penangkapan dilakukan dengan persiapan matang dan koordinasi yang baik antar instansi. Hal ini memastikan bahwa pelaku tidak dapat kabur atau menghilangkan barang bukti.

Setelah penangkapan, polisi melakukan pemeriksaan terhadap semua pelaku untuk mengungkap fakta-fakta penting terkait kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa aksi pembunuhan ini dimulai dari konflik kecil yang berujung pada tindakan kekerasan yang sangat ekstrem.

Selain itu, polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti yang relevan. Beberapa barang bukti seperti alat-alat yang digunakan untuk pengeroyokan dan bahan bakar yang digunakan untuk membakar korban telah diamankan.

Tindakan Hukum yang Akan Dilakukan

Setelah semua proses penyidikan selesai, para pelaku akan segera menjalani proses hukum. Mereka akan dijerat dengan pasal-pasal terkait pembunuhan dan penganiayaan berat. Hukuman yang akan diberikan akan sesuai dengan tingkat keparahan tindakan yang dilakukan oleh para pelaku.

Polisi juga akan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan kejahatan di kawasan Pelabuhan Benoa. Salah satunya adalah dengan meningkatkan patroli rutin dan memperkuat koordinasi dengan warga sekitar untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut.

Dengan adanya penangkapan ini, diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan memberikan contoh bahwa tindakan kekerasan tidak akan dibiarkan begitu saja.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *