Penemuan Jenazah Mahasiswa PNP di Kamar Mandi Kost
Pihak kepolisian telah menyerahkan jenazah seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) berinisial FDA (24 tahun) kepada keluarganya di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Sabtu (11/4/2026) malam. Penyerahan tersebut dilakukan setelah proses otopsi selesai dilakukan.
Keluarga menyatakan menerima kematian korban dengan ikhlas setelah hasil otopsi diperoleh. Proses penyerahan jenazah berlangsung pada pukul 22:00 WIB di RS Bhayangkara Padang. Sebelumnya, jasad mahasiswa tersebut ditemukan dalam kondisi tergantung di pintu kamar mandi kostnya oleh pemilik kost pada pagi hari, yaitu sekitar pukul 08:25 WIB.
Setelah menemukan jasad tersebut, pemilik kost langsung menghubungi pihak kepolisian untuk tindakan lebih lanjut. Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap jasad mahasiswa tersebut dan membawanya ke RS Bhayangkara.
“Kita lakukan otopsi di sana, pada pukul 22:00 WIB, jenazah korban sudah kita serahkan kepada pihak keluarga di RS Bhayangkara,” ucapnya, Minggu (12/4/2026). Ia juga menyebut bahwa pihak keluarga menerima kematian korban dengan ikhlas dan kemudian membawa jenazah ke kampung halaman untuk disemayamkan.
Kronologi Kejadian
Kejadian bermula dari permintaan ayah korban yang meminta pemilik bangunan mengecek kondisi anaknya. Pernyataan ini disampaikan oleh pemilik kost, Mesi, saat memberikan keterangan di lokasi penemuan, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Sabtu (11/4/2026).
Diketahui korban berinisial FDA (24) adalah mahasiswa semester 6 di jurusan Administrasi Niaga di PNP. Mesi menceritakan kronologi kejadian bermula saat ayah korban menghubunginya melalui telepon untuk melihat kondisi sang anak. Sang anak tidak bisa dihubungi oleh keluarganya selama beberapa hari terakhir dan merasa khawatir.
“Ayah korban ini menghubungi saya lewat telepon, meminta mengecek kondisi anaknya karena tidak bisa dihubungi sekira pukul 08:20 WIB pagi tadi,” ucapnya. Usai pihak keluarga meminta mengecek kondisi FDA, Mesi langsung bergegas ke kamar kost korban.
Saat itu, kondisi pintu kamar kost dalam keadaan terkunci. Namun, ia masih memiliki kunci cadangan dan berhasil membukannya. Mesi lantas terkejut saat melihat korban dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi kostnya.
“Saat dibuka, kondisinya sudah tergantung, sekujur badannya membesar dan menghitam,” ujarnya. Korban tergantung menggunakan tali tambang berwarna putih dan menggunakan baju berwarna hitam. Selain itu, Mesi juga melihat beberapa carian di lantai, persis di bawah kaki korban.
“Ada juga cairan di lantai, tepat di kakinya, baunya menyengat, saya tidak tahu cairan apa,” pungkasnya. Setelah itu, Mesi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Tak berselang lama, pihak berwajib datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban.
Terakhir Terlihat Seminggu Lalu
Mahasiswa PNP ditemukan meninggal dunia usai diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di kamar kostnya, terakhir terlihat sekitar seminggu lalu oleh masyarakat. Pernyataan ini disampaikan sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Warga bernama Rita Nengsih (47) mengatakan bahwa terakhir kali ia bertemu korban sekitar satu minggu yang lalu. Ketika itu, korban berbelanja minuman di warung miliknya yang berada di samping kost korban. “Terakhir saya melihat dia seminggu lalu, ia membeli minuman di sini,” ucapnya saat memberikan keterangan.
Namun setelah pertemuan itu, Rita tak pernah lagi melihat keberadaan korban di sekitar kost maupun berbelanja di warungnya. Biasanya, korban selalu datang ke warungnya untuk berbelanja, mulai dari mie instan, minuman, dan lain sebagainya. “Tidak pernah lagi terlihat, seminggu terakhir itulah ketika di kedai ini melihatnya,” tuturnya.
Senada, warga lainnya bernama Febi Febrianti menyebut bahwa korban memang jarang terlihat dalam waktu terakhir sebelum ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri. Ia juga mengaku terakhir kali melihat korban sekitar satu minggu lalu. Saat itu, korban berbelanja gorengan di warung milik Rita. “Sekitar satu minggu lalu melihat korban, saat itu dia belanja gorengan. Setelahnya tak pernah melihat lagi, barulah tahu ternyata sudah meninggal dunia,” katanya.











