"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Sopir taksi online dicekik jukir di Surabaya gegara parkir

Peristiwa Bentrok di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya

Pada Sabtu siang, 11 April 2026, terjadi sebuah insiden yang viral di media sosial. Kejadian ini terjadi di Jalan Kusuma Bangsa, Ketabang, Genteng, Surabaya, tepat di depan sebuah lembaga bimbingan belajar. Seorang pengemudi taksi online, yang dikenal dengan inisial NI, terlibat cekcok dengan seorang oknum juru parkir.

Video kejadian tersebut direkam oleh korban sendiri dari dalam kabin mobilnya. Di sisi lain, tukang parkir berkaus oblong warna hijau, berompi cokelat, dan bertopi cokelat, tampak berdiri di sisi kiri pintu depan mobil.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Antar Katering

Awalnya, korban sedang mengirimkan paket makanan katering pesanan kustomer ke sebuah lembaga bimbingan belajar. Saat tiba di lokasi, seorang pria datang dan mengaku sebagai tukang parkir yang menguasai area tersebut. Ia meminta mobil korban untuk maju karena menurutnya semua kendaraan harus patuh pada perintahnya.

Korban merasa tidak nyaman dengan nada bicara tukang parkir yang meninggi. Ia pun memutuskan merekam video kejadian tersebut sebagai antisipasi jika ada tindakan kasar. Namun, tukang parkir justru marah dan ingin mengambil ponsel korban.

Percekcokan awal tidak berlangsung lama karena petugas keamanan setempat datang. Korban akhirnya membayar uang parkir sesuai anjuran tukang parkir. Namun, saat ia mulai menurunkan barang, tukang parkir tiba-tiba mencekik lehernya sambil terus memarahinya.

Kejadian ini sempat disaksikan beberapa orang di sekitar lokasi. Korban menyatakan bahwa dirinya akan melaporkan kejadian tersebut ke markas kepolisian setempat. Ia masih menunggu bukti rekaman CCTV dari lembaga bimbingan belajar di dekat lokasi.

Video Viral dan Reaksi Pihak Terkait

Video yang diunggah oleh akun Instagram @iki.surabaya, merupakan unggahan ulang dari akun Facebook Gembil Gembul. Dalam video berdurasi 2 menit 26 detik, terdapat percakapan antara korban dan tukang parkir. Tukang parkir terlihat marah dan mencoba mengambil ponsel korban.

Di tengah percekcokan, seorang pria beratribut jaket ojek online mendekati tukang parkir dan mencoba meredam nada suaranya. Korban juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu, 11 April 2026, depan tempat tersebut.

Petugas keamanan dari lembaga bimbingan belajar juga turun tangan. Mereka meminta korban untuk mengatur tata letak parkir sebelum menurunkan muatan. Namun, tukang parkir tetap bersikeras dan menuduh korban tidak bisa diatur.

Korban membantah dengan argumen bahwa lokasi tersebut adalah tempat umum dan tidak ada larangan melakukan perekaman video. Tukang parkir menjawab bahwa korban tidak mau diatur dalam persoalan parkir.

Tanggapan dan Kesimpulan

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat tentang hak dan aturan dalam penggunaan ruang publik. Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan bagi para pengemudi dan tukang parkir agar dapat menjaga sikap dan saling menghormati.

Dengan adanya bukti video dan saksi mata, korban berharap dapat mendapatkan keadilan melalui proses hukum yang berlaku. Sementara itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak mudah terpicu emosi dalam situasi seperti ini.




Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *