Tahun 2026, Momen Kunci bagi NASA dalam Eksplorasi Ruang Angkasa
Pada tahun 2026, NASA memasuki fase baru yang ditandai oleh aksi nyata, kesiapan, dan kemajuan. Setelah bertahun-tahun diwarnai oleh penundaan, perancangan ulang, dan pengurangan risiko, banyak program NASA yang paling ambisius akhirnya siap untuk dieksekusi. Tahun ini menjadi momen penting dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa, tidak hanya dalam hal teknologi tetapi juga dalam upaya manusia untuk menjelajahi dan memahami alam semesta.
Selain fokus pada misi penerbangan ruang angkasa berawak, NASA juga terus mengembangkan inovasi-inovasi baru dalam komunikasi, pengelolaan awak, dan operasi sistem kompleks dari Bumi. Selain itu, teleskop Nancy Grace Roman generasi berikutnya telah selesai dan bersiap untuk diluncurkan. Berikut adalah beberapa program utama NASA yang akan menjadi fokus pada tahun 2026:
1. Misi Artemis II yang Membawa Manusia Kembali ke Bulan
Pada tahun 2026, NASA meluncurkan misi Artemis II, yang merupakan langkah besar dalam kembalinya manusia ke Bulan. Misi ini menjadi kali pertama para astronaut mencapai Bulan sejak misi Apollo terakhir pada 1972. Empat astronaut akan naik pesawat ruang angkasa Orion milik NASA dan berangkat dari Kennedy Space Center di Florida. Misi ini diluncurkan pada 1 April 2026 dan berlangsung selama 10 hari.
Meski para astronaut tidak akan mendarat di Bulan, tujuan utama dari misi ini adalah menguji sistem pendukung kehidupan, navigasi, komunikasi, dan sistem lainnya dalam lingkungan ruang angkasa. Artemis II bukan hanya uji coba teknis, tetapi juga upaya untuk membangun kepercayaan diri bagi misi Artemis selanjutnya yang akan membawa astronaut ke permukaan Bulan, Mars, dan misi eksplorasi lebih jauh lagi. NASA juga mengundang masyarakat untuk mendaftar dan nama mereka akan dikibarkan di sekitar Bulan selama misi berlangsung.
2. Teknologi Habitable Worlds Observatory (HWO)

Pada awal Januari 2026, NASA mengumumkan bahwa mereka sedang menerima proposal dari perusahaan-perusahaan yang dapat membantu memajukan teknologi Habitable Worlds Observatory (HWO), penerus James Webb. HWO dirancang untuk memotret planet-planet mirip Bumi yang mengorbit Matahari dan menganalisis atmosfernya untuk mencari tanda-tanda kehidupan. Teleskop ini akan melampaui kemampuan Hubble dan James Webb dengan koronagraf yang ribuan kali lebih kuat.
NASA memberikan kontrak 3 tahun kepada tujuh perusahaan untuk membangun fondasi teknis HWO. Di antara perusahaan tersebut, terdapat beberapa perusahaan utama seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan BAE Systems. Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan bahwa umat manusia siap untuk menemukan kehidupan di luar Bumi, dan pengembangan teknologi seperti ini sangat mendesak.
3. Komunikasi Berbasis Laser di Pesawat Ruang Angkasa

Dalam beberapa tahun terakhir, NASA telah mendorong batas-batas cara kerja komunikasi ruang angkasa. Saat ini, pesawat ruang angkasa menggunakan gelombang radio tradisional, tetapi kini ada teknologi baru berbasis laser. Teknologi ini menggunakan pulsa cahaya untuk mengirim informasi, sehingga dapat mengemas data lebih banyak dalam setiap transmisi. Terobosan ini dapat mengubah cara misi berbagi gambar, video, dan data ilmiah berdefinisi tinggi dari jutaan kilometer.
NASA berhasil mendemonstrasikan Deep Space Optical Communication (DSOC). Pesawat ruang angkasa Psyche, yang diluncurkan pada Oktober 2023, dilengkapi dengan teknologi ini dan telah menerima data yang dikodekan laser melalui jarak yang memecahkan rekor. Data pertama adalah video seekor kucing yang mengejar penunjuk laser. Sepanjang 2024 sampai 2025, DSOC terus memecahkan rekor jarak terjauh.
Demonstrasi sukses ini menjadi pelopor untuk penggunaan komunikasi laser dalam misi yang didukung awak seperti Artemis II. NASA akan menerbangkan Orion Artemis II Optical Communication System (O2O) di atas pesawat ruang angkasa Orion, memungkinkan awak mengirimkan video berdefinisi ultra tinggi 4K, suara, prosedur, gambar, dan data ilmiah selama misi berlangsung.
4. Teleskop Nancy Grace Roman Menyelesaikan Uji Coba Terakhirnya

Teleskop ruang angkasa besar NASA berikutnya, Teleskop Ruang Angkasa Nancy Grace Roman, secara resmi beralih dari tahap konstruksi ke tahap penyelesaian. Setelah bertahun-tahun pengembangan, konstruksi fisik pesawat ruang angkasa telah selesai dan semua komponen utama telah dirakit serta diintegrasikan. Nancy Grace Roman menggabungkan resolusi seperti Hubble dengan bidang pandang 100 kali lebih besar, sehingga mampu menangkap area kosmik yang sangat luas dalam satu gambar.
Langkah selanjutnya adalah meluncurkan teleskop ini. Pengujian dan persiapan akhir sedang berlangsung, termasuk simulasi getaran peluncuran, suhu dingin ruang angkasa, dan operasi jangka panjang jauh dari Bumi. Teleskop ini dijadwalkan beroperasi pada Mei 2027, tetapi ada indikasi bahwa peluncurannya dimajukan ke September 2026. Sementara persiapan terus berlanjut, komunitas ilmiah sudah bersiap-siap. Pada 2025, NASA meminta proposal penelitian yang akan menggunakan teleskop Nancy Grace Roman. Bisa jadi 2026 akan melihat beberapa proposal ini terwujud.
Misi Artemis II menarik perhatian internasional. Namun, tak hanya Artemis II yang dirilis pada 2026. Ada tiga program NASA lain yang kemungkinan akan hadir pada tahun ini. Tungguin aja, ya!











