"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Budaya  

Doa Akhir dan Awal Tahun yang Tepat, Ini Kata Ahli Tarbiyah



Tahun baru tinggal menghitung jam. Bukan hanya sekadar perayaan yang meriah, pergantian tahun juga menjadi momentum istimewa untuk menadahkan doa. Banyak orang memilih untuk melakukan refleksi diri hingga memanjatkan doa dan harapan sebagai penanda awal yang baru.

Tidak heran, mesin pencarian menampilkan banyaknya orang yang mencari doa akhir dan awal tahun. Untuk mengetahui apa doa akhir dan awal tahun yang bisa dipanjatkan, beberapa ahli memberikan pandangan mereka.

Apa Doa Akhir dan Awal Tahun yang Bisa Dipanjatkan?

Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta Khasan Ubaidillah menjelaskan bahwa tahun baru sering kali dipahami sebagai salah satu momentum untuk melakukan perenungan, evaluasi diri, serta memanjatkan doa supaya kehidupan di masa mendatang menjadi lebih baik.

“Karenanya, tidak mengherankan jika masyarakat, khususnya umat Islam menanyakan soal doa yang tepat dibaca pada malam tahun baru Masehi (kalender pada umumnya),” ujarnya.

Sebagian masyarakat bahkan mempertanyakan apakah doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah (kalender Islam) boleh dibaca pada momentum pergantian tahun Masehi. Menurutnya, pertanyaan tersebut mencerminkan kesadaran dan semangat keagamaan yang positif.

“Islam sendiri menganjurkan umatnya untuk senantiasa berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tambahnya.

Dalam berbagai kitab turats atau kitab kuning, lanjut Khasan, para ulama menegaskan bahwa doa pada prinsipnya dapat dipanjatkan kapan saja dan pada waktu apapun. Dengan catatan, selama doa itu tidak mengandung unsur maksiat, kesyirikan, maupun keyakinan yang menyimpang.

“Dengan demikian, membaca doa akhir dan awal tahun Hijriah pada momentum pergantian tahun Masehi diperbolehkan, asalkan diniatkan semata-mata sebagai doa kepada Allah SWT untuk memohon ampunan atas kesalahan di masa lalu serta memohon kebaikan di masa yang akan datang,” jelasnya.

Doa Akhir Tahun

Berikut doa akhir tahun yang bisa dipanjatkan kepada Allah SWT:

Allahumma ma amiltu min amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha alayya bi fadhlika ba da qudratika ala uqubati, wa da autani ilat taubati min ba di jara ati ala ma shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma amiltu fiha mimma tardha, wa wa attani alaihits tsawaba, fa as aluka an tataqabbala minni wa la taqtha raja i minka ya karim.

Artinya: “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Doa Awal Tahun

Menyambut lembaran baru, inilah doa awal tahun yang bisa diamalkan:

Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ala fadhlikal azhimi wa karimi judikal muawwal. Hadza amun jadidun qad aqbal. As alukal ishmata fihi minas syaithani wa auliya ih, wal auna ala hadzihin nafsil ammarati bis su I, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.

Artinya: “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.”

Doa yang Membawa Harapan dan Perlindungan

Khasan menjelaskan, secara substansi, isi doa tersebut mengandung makna yang sangat baik. Doa itu memuat tentang permohonan ampun atas dosa-dosa yang telah berlalu, perlindungan dari berbagai keburukan, serta harapan agar sisa umur dapat dimanfaatkan untuk ketaatan.

“Nilai-nilai ini bersifat universal dan tetap relevan untuk diamalkan kapan pun, termasuk pada malam pergantian tahun Masehi,” pungkasnya.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *