"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"
Budaya  

Promosikan Nilai Budaya Natal Bersama KB Kelinawe Ende

Perayaan Natal Bersama Etnis Kelinawe Ende

Perayaan Natal bersama Etnis Kelinawe Ende di Manggarai menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan menjaga nilai-nilai budaya yang konstruktif. Acara ini diadakan dalam rangka mengajak umat untuk merenungkan makna Natal sebagai semangat menjumpai sesama, Tuhan, dan lingkungan sekitar.

Pater Sebastian Hobahana, Vikjen Keuskupan Ruteng, menyampaikan pesan-pesan penting dalam kotbahnya. Ia menekankan bahwa Natal adalah kesempatan untuk membangun kembali komunitas-komunitas gerejawi yang lebih manusiawi, komunal, dan solider. Dalam konteks perubahan sosial yang begitu cepat, ia berharap masyarakat dapat tetap saling mendukung dan bekerja sama.

Tema Natal yang Menginspirasi

Tema Natal yang diusung dalam acara ini adalah “Dengan Semangat Natal Kita Tingkatkan Persatuan Kasih dan Persaudaraan Diantara Sesama Keluarga Ende”. Pater Sebastian mengajak umat untuk membangun tiga pilar utama sebagai dasar spiritual, yaitu:

  • Kesadaran sebagai anak-anak gereja
  • Dialog atau komunikasi dengan sesama, komunitas, atau budaya lain
  • Pelayanan bagi dunia seperti bagi gereja, lingkungan, masyarakat, dan lain sebagainya

Ia juga menyoroti bahwa ketika ikatan kekeluargaan melemah dan komunikasi dalam keluarga berkurang, maka komunitas akan terpecah dan hidup menjadi individualistik. Oleh karena itu, penting untuk menjaga hubungan yang kuat antara sesama.

Perayaan yang Meriah

Misa syukur yang dipimpin oleh Pater Sebastian di Gereja Paroki St Nikolaus Golo Dukal berlangsung khusyuk. Acara ini dimeriahkan oleh paduan suara dari Mahasiswa UNIKA St Paulus Ruteng, yang dibimbing oleh Pater Calvin Pala, SVD. Lagu-lagu rohani Natal mengisi suasana misa tersebut.

Setelah misa, dilanjutkan dengan rama tama bersama. Acara ini diisi dengan peneguhan iman dari Romo Patrik Guru, persembahan lagu-lagu Natal dari anak-anak, tarian budaya Ende, dan tarian Gawi. Semua elemen ini mencerminkan kekayaan budaya dan keragaman yang ada di tengah masyarakat Etnis Kelinawe.

Masa Lalu dan Harapan Masa Depan

Ketua Umum Peguyupan Kelinawe Ende, Adam Musi, menjelaskan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru bersama kembali dirayakan setelah 25 tahun. Sebelumnya, nama paguyuban Ende adalah IKEM (Ikatan Keluarga Ende Manggarai). Setelah 25 tahun, kembali diberi nama baru yaitu Ikatan Keluarga Ende, Lio, Nage Pawe (Kelinawe).

Tujuan pemberian nama ini adalah agar semua perantau dapat merasa diakui dan dirangkul. Jumlah kepala keluarga dalam komunitas ini sekitar 315 KK. Adam berharap dengan tema perayaan Natal dan Tahun Baru bersama, semua anggota bisa saling melayani dan menjaga persaudaraan.

Pentingnya Persatuan

Adam juga mengajak seluruh warga Ende di Manggarai untuk bergabung dalam ikatan Kelinawe sebagai wadah besar untuk berhubungan dengan pihak lain. Hal ini termasuk dalam kegiatan tertentu baik dari pihak Gereja/Keuskupan maupun Pemerintah Daerah dan swasta lainnya.

Dalam pepatah tua, “Susa kita papa laka, kura kita papa tambah”, Adam berharap bahwa dengan persatuan dan kebersamaan, komunitas Kelinawe akan menjadi lebih kuat dan solid.

Penutup

Perayaan Natal bersama Etnis Kelinawe Ende tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan kekeluargaan dan menjaga nilai-nilai budaya. Dengan semangat Natal, masyarakat diharapkan dapat terus menjunjung tinggi persaudaraan dan saling membantu dalam segala kondisi.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *