"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

5 Makanan Ini Picu Stres Tanpa Kita Sadari

Peran Kortisol dalam Tubuh dan Dampak Makanan Terhadapnya

Kortisol adalah hormon yang dikenal sebagai hormon stres, dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Dalam kadar yang normal, hormon ini membantu mengatur respons stres, mengendalikan peradangan, serta mendukung sistem kekebalan tubuh. Namun, ketika kadarnya terlalu tinggi atau terlalu rendah, kortisol justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Tanpa disadari, pola makan sehari-hari dapat memengaruhi kadar hormon kortisol dalam tubuh. Konsumsi makanan tertentu diketahui dapat memicu peningkatan hormon stres, sehingga membuat tubuh lebih rentan mengalami tekanan mental dan emosional. Tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, asupan makanan juga berpengaruh besar terhadap kondisi mental. Beberapa jenis makanan dapat memicu lonjakan kortisol, memperburuk rasa cemas, serta menyebabkan perubahan suasana hati menjadi lebih mudah tidak stabil. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka panjang, makanan-makanan tersebut berpotensi meningkatkan risiko stres berkepanjangan.

Makanan Sehari-hari yang Dapat Meningkatkan Tingkat Stres

Berikut ini beberapa makanan sehari-hari yang jarang disadari ternyata dapat meningkatkan tingkat stres pada seseorang:

  1. Makanan ultra olahan

    Banyak makanan yang kita konsumsi mengalami berbagai jenis pengolahan. Namun, ada perbedaan besar antara makanan yang diproses secara sederhana, seperti almond yang digiling menjadi tepung almond dan makanan yang diproses lebih berat seperti permen batangan. Makanan ultra olahan biasanya dibuat dengan gula, pati, dan lemak yang sangat halus. Proses pemurnian mengurangi nutrisi bermanfaat, seperti serat, sekaligus menambah perasa aditif yang memiliki sedikit nilai kesehatan. Mengonsumsi banyak makanan ultra olahan dapat meningkatkan kadar kortisol, sehingga menambah tekanan pada tubuh. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan, diabetes tipe 2, dan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

  2. Makanan kaya gula dan lemak

    Mengonsumsi makanan manis mungkin membuat Anda merasa lebih baik, karena dapat menurunkan respons stres tubuh untuk sementara waktu. Inilah alasan mengapa makanan penutup sering dianggap sebagai makanan yang menenangkan. Penelitian lain menunjukkan bahwa diet tinggi gula tambahan dan makanan berlemak meningkatkan kadar kortisol dan stres. Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, diet tinggi lemak dan gula meningkatkan risiko terkena kondisi kronis jangka panjang dan memengaruhi kesehatan mental.

  3. Gorengan

    Makanan yang digoreng biasanya mengandung lebih banyak lemak tidak sehat, terutama jika dimasak dengan minyak kelapa. Bahkan, menggunakan pilihan yang lebih sehat seperti minyak alpukat juga terbilang tidak ideal, karena proses penggorengan dengan suhu tinggi dapat mengubah sebagian lemak menjadi lemak trans, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Meskipun jumlah lemak trans yang dihasilkan dari menggoreng dapat bervariasi tergantung pada jenis minyak, biasanya jumlah lebih banyak ditemukan saat menggoreng pada suhu yang lebih tinggi dan waktu memasak yang lebih lama. Penelitian membuktikan bahwa lemak trans dapat meningkatkan peradangan tingkat rendah, yaitu bentuk peradangan tersembunyi yang berlangsung lama dan merusak tubuh seiring waktu.

  4. Makanan tinggi natrium

    Seperti halnya gula tambahan, makanan tinggi natrium dapat memengaruhi respons tubuh terhadap stres. Seiring waktu, diet tinggi natrium dapat mengganggu cara tubuh mengendalikan hormon stres. Biasanya, peningkatan kadar kortisol menyebabkan tubuh memperlambat aktivitas hormon stres. Namun, sistem ini dapat terganggu jika asupan natrium secara konsisten terlalu tinggi.

  5. Makanan yang mengandung pemanis buatan

    Pemanis buatan dapat mengganggu kesehatan usus, berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh dan memengaruhi cara tubuh mengatasi stres. Usus dan sistem saraf berhubungan erat, dan ketidakseimbangan bakteri usus yang mendukung pencernaan dan sistem kekebalan tubuh dapat memicu peradangan. Peradangan ini telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan suasana hati, termasuk depresi.

Makanan yang Dapat Membantu Mengelola Kadar Kortisol

Untuk mengelola kadar kortisol agar tetap seimbang, Anda sebaiknya mengikuti pola makan ala Mediterania. Berikut ini beberapa makanan yang dapat membantu mengelola kadar kortisol Anda:

  • Kacang-kacangan
  • Alpukat
  • Ikan salmon
  • Telur
  • Cokelat hitam
  • Teh hijau
  • Zaitun
  • Yogurt Yunani

Selain pola makan, pilihan gaya hidup juga penting untuk mengelola stres.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *