"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

RSUD Undata Palu Gelar Operasi Transkateter Pertama, Pasien Jantung Tak Perlu Dirujuk Lagi

Layanan Penutupan Kebocoran Jantung Tanpa Operasi Terbuka di RSUD Undata Palu

RSUD Undata Palu kini hadirkan layanan penutupan kebocoran jantung tanpa operasi terbuka melalui metode transkateter. Layanan ini dilakukan untuk pertama kalinya di Sulawesi Tengah, yang menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan kesehatan jantung di daerah tersebut.

Metode transkateter digunakan untuk menangani pasien dengan penyakit jantung bawaan sederhana seperti Atrial Septal Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD), dan Patent Ductus Arteriosus (PDA). Prosesnya dilakukan tanpa pembedahan terbuka, melainkan melalui prosedur intervensi menggunakan alat khusus yang dimasukkan melalui pembuluh darah di paha menuju bagian jantung yang mengalami kelainan.

Dr. Julia Sari, dokter spesialis jantung anak RSUD Undata Palu, menjelaskan bahwa tindakan ini memungkinkan penutupan kebocoran jantung tanpa harus membuka organ jantung pasien. Pasien dengan penyakit jantung bawaan yang sederhana seperti ASD, VSD, dan PDA bisa ditangani dengan alat yang dimasukkan melalui pembuluh darah di paha, tanpa pembedahan. Hal ini membuat tindakan dan masa perawatan menjadi lebih singkat.

Teknik ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan operasi terbuka, mulai dari luka yang minimal hingga risiko yang lebih rendah. Selain itu, waktu tindakan dan masa pemulihan pasien juga relatif lebih cepat. Dalam kondisi normal tanpa komplikasi, pasien bahkan bisa pulang dalam waktu singkat.

“Kalau tidak ada kendala, pasien bisa pulang keesokan harinya. Secara umum, tiga hari sudah cukup untuk tindakan transkateter,” jelas dr. Julia. Ia menambahkan bahwa dari sisi medis, pasien tidak memerlukan alat bantu napas (ventilator) setelah tindakan, kecuali jika terjadi komplikasi tertentu.

“Setelah anestesi, pasien bisa langsung dibangunkan pada hari yang sama. Jadi prosesnya memang jauh lebih cepat,” tambahnya.

Dari sisi pembiayaan, metode ini dinilai lebih efisien dibandingkan prosedur konvensional, terutama karena mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah seperti Jakarta. Selama ini, pasien yang dirujuk harus menanggung biaya tambahan seperti tiket perjalanan, akomodasi, serta proses pemeriksaan yang memakan waktu lebih lama.

“Memang alat atau device-nya cukup mahal, sekitar Rp30 juta sampai Rp50 juta. Tapi secara keseluruhan, biaya yang dikeluarkan pasien justru lebih rendah dibandingkan harus berobat ke luar daerah,” terang dr. Julia.

Ia juga memastikan bahwa tindakan transkateter telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, sehingga dapat meringankan beban biaya pasien.

“Alhamdulillah, BPJS Kesehatan sudah menanggung tindakan transkateter ini,” katanya.

Dalam pelaksanaan layanan perdana ini, sekitar 10 pasien dijadwalkan menjalani tindakan. Setiap prosedur diperkirakan berlangsung sekitar 30 menit, dengan total waktu penanganan termasuk persiapan mencapai kurang lebih dua jam.

Secara nasional, metode transkateter merupakan bagian dari perkembangan teknologi medis dalam penanganan penyakit jantung bawaan dengan pendekatan non-bedah. Kehadiran layanan ini di Sulawesi Tengah diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan jantung, sekaligus mempercepat penanganan pasien tanpa harus dirujuk ke luar daerah.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *