Kesehatan Hormon Pria yang Penting Diperhatikan Saat Merencanakan Kehamilan
Menjalani program kehamilan tidak hanya tentang menghitung masa subur, tetapi juga memastikan bahwa kondisi kesehatan pria dalam keadaan prima. Namun, seringkali para istri merasa khawatir ketika suami mereka terlihat lemas, kurang bersemangat, atau jarang mengajak berhubungan seks meskipun usia masih di bawah 35 tahun. Jangan diabaikan, karena bisa jadi ada masalah dengan hormonnya.
Dalam sebuah diskusi menarik, Prof. Dr. dr. Silvia W. Lestari menjelaskan bahwa banyak pasien laki-laki muda, usia 25-30 tahun, memiliki level hormon yang setara dengan laki-laki usia 60 tahun. Hal ini menunjukkan pentingnya untuk lebih waspada terhadap kesehatan hormon pria, terutama bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.
Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan hormon pria usia 35 tahun terasa seperti usia 60 tahun:
-
Jarang bergairah dan intensitas seks menurun
Salah satu tanda yang sering dikeluhkan oleh para istri adalah frekuensi hubungan seks yang menurun secara drastis. Pria dengan tingkat hormon yang rendah biasanya kehilangan minat untuk berhubungan intim. Jika Papa mulai menghindar atau merasa enggan, sebaiknya segera waspada terhadap kondisi hormonnya. -
Tubuh sering merasa lemas dan tidak bertenaga
Hormon yang tidak stabil, terutama testosteron, sangat memengaruhi stamina pria. Jika level hormon sudah setara dengan usia 60 tahun, wajar jika tubuh terasa lemah dan tidak bersemangat menjalani hari-hari. -
Kuantitas sperma yang sedikit
Hormon merupakan bahan bakar utama dalam produksi sperma. Jika pria mengalami masalah hormon, jumlah sperma yang dihasilkan akan berkurang. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, karena peluang pembuahan menjadi lebih kecil. -
Gaya hidup yang tidak sehat
Kondisi hormon yang menua sering dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. Stres tinggi, kurang aktivitas fisik, hingga pola makan yang tidak teratur dapat memperlambat metabolisme tubuh. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, hormon pria bisa saja turun dan membuat tubuh terasa cepat lelah seperti orang tua. -
Pentingnya cek kesehatan sebelum menikah
Sangat disarankan bagi laki-laki untuk melakukan pemeriksaan sperma dan hormon sedini mungkin, bahkan sebelum menikah. Dengan mengetahui kondisi hormon lebih awal, penanganan yang tepat bisa dilakukan agar hormon kembali normal dan siap untuk menjalani program kehamilan yang sehat.



Kabar baiknya, Prof. Silvia menyatakan bahwa kondisi ini masih bisa diperbaiki asalkan pria bersedia menjalani gaya hidup sehat dan mengikuti saran medis. Jadi, jangan ragu untuk mengajak Papa konsultasi ke dokter andrologi jika melihat adanya tanda-tanda tersebut.
Beberapa topik terkait kesehatan hormon yang sering dibahas antara lain:
5 Hormon yang Berpengaruh saat Menstruasi Terlambat, Apa Penyebabnya?
Hiperprolaktinemia, Kondisi Hormon Tinggi yang Bisa Memengaruhi Kesuburan
* Sering Telat Haid? Ternyata Ada Hubungan dengan Hormon, Stres, dan Pola Hidup











