Imbauan BPBD Sulawesi Utara Pasca Gempa Magnitudo 7,6
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pagi, sekitar pukul 06.48 WITA. Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, menekankan pentingnya menjaga ketenangan serta melanjutkan aktivitas sehari-hari sambil tetap berhati-hati.
Gempa yang terjadi ini tidak hanya menyebabkan kepanikan di kalangan masyarakat, tetapi juga memicu penyebaran informasi yang belum tentu benar di media sosial. Oleh karena itu, Adolf mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berita-berita yang beredar secara cepat dan tidak jelas sumbernya. Menurutnya, banyak pihak yang sengaja menyebarkan hoaks untuk menciptakan kekacauan dan kepanikan.
Adolf juga menyampaikan bahwa meskipun gempa utama telah terjadi, masih ada kemungkinan terjadinya gempa susulan. Ia menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi resmi dari instansi terkait.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa beberapa bangunan dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa. Salah satunya adalah fasade gedung Hall B GOR RW Mongisidi di Manado, yang mengalami keruntuhan. Selain itu, dua gereja di Kembes, Minahasa juga dilaporkan mengalami dampak dari gempa tersebut. Plafon Gereja Katolik di Rumengkor sebagian jatuh, sedangkan gereja lain di Kembes juga mengalami kerusakan.
BPBD Sulawesi Utara memastikan bahwa layanan publik tetap berjalan normal. Saat ini, listrik sudah kembali menyala dan rumah sakit tetap melayani masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa pihak berwenang sedang bekerja keras untuk memulihkan kondisi pasca bencana.
Peringatan Dini Tsunami Dicabut
Berdasarkan laporan dari Stasiun Geofisika Manado, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peringatan dini tsunami telah dicabut pada Kamis (2/4/2026) pukul 10.56 WITA. Kondisi saat ini dinyatakan aman untuk beraktivitas. Keputusan ini diambil karena tidak lagi terdeteksi adanya aktivitas tsunami dan tren gempa susulan yang semakin melemah.
Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, membenarkan bahwa peringatan dini tsunami telah dicabut. Ia menjelaskan bahwa tsunami hanya terdeteksi selama 16 menit setelah gempa pertama dan sekitar 2 jam sebelum peringatan dini dicabut. Total gempa susulan yang tercatat mencapai 48 kali dengan kekuatan bervariasi, mulai dari magnitudo 5,5 hingga 3,1.
Menurut Tony, masyarakat di pesisir kini sudah dapat beraktivitas seperti biasa. Namun, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan mengikuti informasi resmi apabila terjadi perkembangan lanjutan. Bagi masyarakat yang ingin mengecek atau memperbaiki bangunan juga sudah diperbolehkan.
Dengan situasi yang mulai membaik, masyarakat di wilayah pesisir kini dapat kembali beraktivitas normal. Namun, penting bagi semua pihak untuk tetap menjaga kesadaran akan risiko bencana dan selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











