JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) menyelenggarakan acara halalbihalal dan pengukuhan kepengurusan baru organisasi untuk periode 2026–2031 di Gedung Nusantara V, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4).
Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPP IKM Andre Rosiade menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan tokoh dari berbagai sektor Minang dalam organisasi yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah seluruh tokoh Minang yang ada di berbagai sektor bergabung, bukan hanya hadir, tetapi juga bergabung dalam kepengurusan,” ujar dia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu.
Beberapa tokoh seperti Donny Oskaria dan Afriansyah Noor telah bergabung dalam DPP IKM sebagai Ketua Dewan Penyantun serta Wakil Ketua Umum. Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Najamudin saat ini menjadi Ketua Dewan Penasehat DPP IKM.
Andre menjelaskan bahwa DPP IKM menjadi wadah pemersatu perantau Minang yang memiliki jaringan hingga ke seluruh kecamatan di Indonesia, bahkan luar negeri.
Wakil Ketua Komisi VI itu menekankan pentingnya konsolidasi organisasi dan pendataan sebagai prioritas utama kerja saat ini.
“Organisasi IKM ini ada di seluruh wilayah Indonesia, seluruh wilayah Nusantara, dan juga di berbagai wilayah dunia,” ujar Andre.
Dia menambahkan bahwa optimalisasi potensi ekonomi perantau untuk kampung halaman di Sumatera Barat menjadi fokus utama. Saat ini, perantau Minang disebut telah mengirimkan dana sekitar Rp20 triliun per tahun ke daerah tersebut.
Namun, Andre berharap kontribusi itu tidak hanya dalam bentuk remitansi, tetapi juga investasi dan penciptaan lapangan kerja.
“Bukan hanya uang yang masuk dikirim dari rantau ke ranah, tetapi juga investasi, membangun industri, dan membuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya.
Selain itu, Andre menegaskan bahwa IKM akan berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah di berbagai wilayah tempat perantau berada.
“Ya, di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. IKM akan menjadi mitra konstruktif pemerintah daerah,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Andre juga menyampaikan informasi tentang kondisi energi nasional dan memastikan situasi pasokan bahan bakar minyak (BBM) telah melewati masa kritis serta dalam kondisi aman.
“Pemerintah sudah menjamin tidak ada kenaikan BBM bersubsidi dan stok cukup. Masyarakat tidak usah khawatir akan terjadi kelangkaan,” ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa pasokan energi Indonesia tidak bergantung pada satu jalur seperti Selat Hormuz, sehingga risiko gangguan dapat diminimalkan.
Andre juga menyebutkan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, termasuk sektor petrokimia, serta dukungan proyek kilang seperti RDMP Balikpapan.
Menurutnya, keputusan Presiden RI Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan harga BBM mencerminkan keberpihakan kepada rakyat.
“Pak Prabowo berpihak kepada rakyat dan paham geopolitik dunia, serta siap menghadapi dinamika global,” pungkasnya.











