Penjelasan Roy Suryo dan Tim Hukum Mengenai Tudingan Dana
Roy Suryo, yang kini berstatus tersangka dalam kasus terkait ijazah Presiden ke-7 RI, memberikan pernyataan tegas mengenai isu dana miliaran rupiah yang dituduhkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak menerima uang apa pun dari Jusuf Kalla atau pihak mana pun dalam upaya pembuktian ijazah Jokowi.
“Uang Haram, Kami Tolak”
Dalam pernyataannya, Roy menyampaikan sikap tegas terhadap segala bentuk dana yang dianggap tidak sah. Ia menolak keras tudingan bahwa dirinya menerima dana sebesar Rp 5 miliar dari Jusuf Kalla. Menurutnya, apapun jumlah uangnya, jika dianggap sebagai uang haram, maka ia akan menolaknya.
“Apapun uangnya, apalagi uang haram, wah kami tolak. Yang namanya anti uang haram jadi mau itu Rp 5 miliar mau itu Rp 10 miliar, itu adalah uang haram. Masya Allah kami tolak itu,” ujar Roy.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa Roy Suryo tidak ingin dikaitkan dengan aliran dana apa pun dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
Kuasa Hukum: Tidak Terima Sepeser Pun
Bantahan serupa juga disampaikan oleh kuasa hukum Roy Suryo, Ahmad Khozinudin. Ia memastikan bahwa tidak ada satu rupiah pun dana yang diterima, baik untuk kepentingan perjuangan hukum maupun kepentingan pribadi.
“Saya ingin tegaskan bahwa kami tidak menerima sepeserpun Rp 1 pun dana untuk perjuangan ini baik dari Pak JK atau pihak lainnya baik untuk kepentingan perjuangan atau kepentingan keluarga kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa tidak ada hubungan apa pun antara pihaknya dengan Jusuf Kalla, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dukung Langkah Hukum Jusuf Kalla
Menariknya, meskipun menghadapi tudingan tersebut, pihak Roy Suryo justru menyatakan dukungan terhadap langkah hukum yang diambil oleh Jusuf Kalla. Diketahui, JK melaporkan pihak yang menyebarkan tudingan tersebut ke aparat penegak hukum.
“Kami mendukung penuh apa yang disampaikan, dilakukan oleh Pak JK,” kata Khozinudin.
Sikap ini menunjukkan bahwa kedua pihak memiliki kepentingan yang sama dalam meluruskan informasi yang dianggap tidak benar.
Dorong Pembuktian Terbuka
Selain membantah tudingan dana, kubu Roy Suryo juga mendorong agar polemik ijazah Joko Widodo diselesaikan secara terbuka. Menurut Khozinudin, transparansi menjadi kunci agar polemik ini tidak terus berlarut-larut.
“Karena memang asli ya biar cepat selesai, kalau memang palsu ya cepat diproses kembali,” ujarnya.
Ia bahkan menyatakan kesiapan untuk memberikan keterangan sebagai saksi jika dibutuhkan dalam proses hukum.
Dinamika Kasus yang Berkembang
Kasus ini kini tidak hanya berkutat pada isu keaslian ijazah, tetapi juga melebar ke tudingan aliran dana dan saling laporan antar pihak. Dinamika ini menunjukkan betapa cepatnya isu publik berkembang dan bercabang, terutama ketika melibatkan tokoh-tokoh besar.
Di tengah situasi tersebut, bantahan tegas dari Roy Suryo dan tim hukumnya menjadi bagian penting dalam upaya mengklarifikasi informasi meski polemiknya sendiri tampaknya masih jauh dari kata selesai.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











