Perkenalan RUU yang Bisa Melengserkan Presiden AS
Perwakilan Anggota Dewan Maryland, Jamie Raskin, baru-baru ini memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) yang berpotensi bisa melengserkan Presiden AS Donald Trump dari jabatannya. RUU tersebut kini sedang giat disuarakan oleh Raskin dan pihak-pihak lain yang merasa khawatir dengan tindakan serta kebijakan Trump dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam rancangan undang-undang yang dibuatnya, terdapat aturan untuk menciptakan sebuah badan yang memiliki wewenang untuk mencopot presiden dari jabatannya. Namun, Gedung Putih tidak melakukan tindakan apapun terhadap isu yang sedang berkembang di Kabinet pemerintahan Trump tersebut. Justru, mereka mengkritik keras langkah pembuatan RUU baru ini.
Wakil pihak Gedung Putih, Davis Ingle, menyampaikan kritiknya kepada Newsweek dengan menyebut Jamie Raskin sebagai “gambaran orang pintar menurut orang bodoh.” Pernyataan ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap Raskin dan pendukungnya.
Isu Kepercayaan Publik Terhadap Trump
Raskin memperkenalkan RUU tersebut pada Selasa (18/4/2026) dengan menyoroti kekhawatiran terhadap Donald Trump dan tindakannya baru-baru ini, khususnya soal perang melawan Iran. Ia menyebutkan sejumlah hal yang membuat Trump harus dilengserkan. Menurut Raskin, kepercayaan publik terhadap kemampuan Trump untuk memenuhi tugas jabatannya telah jatuh ke titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena ia mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban, melepaskan kekacauan di Timur Tengah sambil melanggar wewenang perang Kongres, secara agresif menghina Paus Gereja Katolik, dan mengirimkan gambar-gambar artistik daring yang menyamakan dirinya dengan Yesus Kristus.
Amandemen ke-25 dan Kekuatan Pentingnya
Sebenarnya konstitusi AS memiliki Amandemen ke-25 untuk mengganti presiden jika dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya. Berdasarkan Pasal 4, wakil presiden dan sebagian besar anggota Kabinet harus mengirimkan pernyataan tertulis kepada Kongres yang menyatakan bahwa presiden tersebut tidak layak. Namun, sepertinya itu tidak akan berhasil menggulingkan Trump dari jabatannya.
Partai Demokrat mengatakan masalah utamanya adalah Wakil Presiden JD Vance dan Kabinet Trump kemungkinan besar tidak akan mengambil langkah itu karena mereka mendukung Trump. Dalam ulasan Newsweek, disebutkan bahwa ketika banyak anggota Partai Demokrat baru-baru ini menyerukan agar Amandemen ke-25 digunakan, tidak terjadi apa pun.
RUU Raskin dan Komisi Tetap tentang Kapasitas Presiden
Lalu, apa yang akan dilakukan oleh RUU Raskin? Rancangan undang-undang yang diusulkan Raskin yakni pembentukan Komisi Tetap tentang Kapasitas Presiden untuk Menjalankan Kekuasaan dan Tugas Jabatannya. Berdasarkan usulan Raskin, wakil presiden tidak lagi membutuhkan dukungan penuh dari Kabinet. Sebaliknya, wakil presiden hanya membutuhkan suara mayoritas dari komisi yang baru dibentuk ini untuk melanjutkan proses menyatakan presiden tidak layak menjabat.
Komisi tersebut akan dibentuk oleh empat pemimpin kongres teratas yaitu Ketua DPR, Pemimpin Minoritas DPR, Pemimpin Mayoritas Senat, dan Pemimpin Minoritas Senat. Masing-masing akan memilih empat pejabat pensiunan untuk bertugas di panel tersebut. Pejabat-pejabat tersebut dapat mencakup mantan presiden, mantan wakil presiden, atau mantan anggota kabinet.
Selain tokoh-tokoh politik, empat dokter dan empat psikiater juga akan dipilih oleh para pemimpin kongres dan mereka akan duduk di komisi tersebut untuk membantu mengevaluasi kapasitas presiden. Persoalan mental Trump akhir-akhir ini dipertanyakan sejumlah pihak terutama dari anggota parlemen yang menyebutnya ‘tidak waras’.
Dukungan dari Anggota Parlemen
RUU tersebut didukung oleh 50 anggota parlemen dari Partai Demokrat, termasuk:
- Gabe Amo
- Becca Balint
- Shontel M Brown
- Andre Carson
- Troy A Carter Sr
- Judy Chu
- Steve Cohen
- J Luis Correa
- Jasmine Crockett
- Mark DeSaulnier
- April McClain Delaney
- Maxine Dexter
- Debbie Dingell
- Dwight Evans
- Lizzie Fletcher
- Sylvia R Garcia
- Dan Goldman
- Al Green
- Jared Huffman
- Glenn Ivey
- Pramila Jayapal
- Henry C “Hank” Johnson Jr
- Sydney Kamlager-Dove
- Timothy M Kennedy
- John B Larson
- Ted W Lieu
- Sam T Liccardo
- Betty McCollum
- Sarah McBride
- James P McGovern
- Christian Menefee
- Kweisi Mfume
- Seth Moulton
- Kevin Mullin
- Joe Neguse
- Eleanor Holmes Norton
- Jimmy Panetta
- Chellie Pingree
- Emily Randall
- Luz M Rivas
- Deborah K Ross
- Andrea Salinas
- Mary Gay Scanlon
- Lateefah Simon
- Melanie A Stansbury
- Shri Thanedar
- Bennie G Thompson
- Lauren Underwood
- James Walkinshaw
- Bonnie Watson Coleman
Penolakan dari Gedung Putih
Gedung Putih tetap menentang RUU tersebut. Tidak ada tindakan yang diambil dan Trump terus mendapat dukungan kuat di dalam Kabinetnya. Davis Ingle menambahkan, “Ketajaman Presiden Trump, energi yang tak tertandingi, dan aksesibilitas yang bersejarah sangat kontras dengan apa yang kita lihat selama pemerintahan sebelumnya ketika Demokrat seperti Raskin sengaja menutupi penurunan mental dan fisik Joe Biden yang serius dari rakyat Amerika.”











