"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Pengantaran 30 Jenazah Korban Banjir Terhambat, Petugas BPBD Menangis Kekurangan Sarana

Bencana Banjir di Aceh: Kondisi Darurat dan Permohonan Bantuan

Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Berbagai daerah terdampak mengalami kerusakan parah, baik infrastruktur maupun kehidupan sehari-hari. Salah satu wilayah yang paling terkena dampak adalah Kabupaten Aceh Tamiang, yang dilaporkan mengalami kelumpuhan total selama lima hari terakhir.

Petugas BPBD Menangis Saat Menghadapi Kesulitan Evakuasi

Seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di lokasi terdampak bahkan harus menahan air mata karena tidak sanggup mengangkut 30 jenazah korban banjir yang terlantar. Puluhan jenazah belum bisa dievakuasi karena akses jalan, komunikasi, dan bahan bakar minyak (BBM) terputus.

Ifan, petugas BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, mengungkapkan bahwa mereka sudah empat hingga lima hari terisolasi. Ia memohon bantuan darurat untuk membantu evakuasi dan pengiriman logistik. “Kami mohon bantuan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Salam tangguh salam kemanusiaan,” ujarnya dengan suara gemetar.

Jalur Evakuasi Terputus, Hanya Transportasi Air yang Jadi Harapan

Karena semua jalur darat tidak dapat ditembus, Ifan memberikan instruksi spesifik kepada seluruh pihak yang ingin menyalurkan bantuan. Ia menyarankan agar bantuan berupa pakaian dan logistik lainnya dikirim melalui jalur air. “Kami akan menyambut bantuan tersebut dari pangkalan susu dan menyebrangkan ke Kabupaten Aceh Tamiang,” katanya.

Permohonan bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk Aceh Tamiang, tetapi juga untuk wilayah terdampak lain yang mengalami nasib serupa. Petugas BPBD tersebut menutup pesannya dengan semangat kemanusiaan di tengah kesulitan.

Bupati Aceh Timur Menangis Memohon Bantuan

Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, juga tak mampu menahan air mata saat memohon bantuan Presiden RI, Prabowo Subianto. Dalam sebuah video rapat bersama Forkopimkab, Al-Farlaky tampak beberapa kali mengusap air matanya. “Kita harus terus bergerak meski dengan segala keterbatasan yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Aceh Timur saat ini lumpuh total. Seluruh kecamatan (24 kecamatan) di Aceh Timur terdampak banjir, dengan beberapa wilayah seperti Kecamatan Simpang Jernih dan Serbajadi mengalami dampak terparah. “Di Kecamatan Serbajadi kita mendapat kabar ada tiga desa yang hilang dihantam banjir bandang,” ungkap Al-Farlaky.

Stok Logistik Menipis dan Kondisi Darurat

Akses jalan nasional yang menghubungkan Banda Aceh-Medan masih belum bisa ditembus. Sedangkan stok logistik masyarakat sudah sangat menipis. Al-Farlaky bahkan harus mengeluarkan uang dari kantong pribadinya sendiri untuk membantu masyarakat. “Bantuan belum ada satu pun, baik dari pusat maupun provinsi, karena akses jalan tidak bisa ditembus,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa bantuan logistik yang diangkut dengan kapal perang sudah berangkat dari Pelabuhan Belawan. “Semoga bisa segera tiba,” harapnya. Al-Farlaky sangat berharap bantuan itu tiba secepatnya, karena jika sampai dua hari belum ada bantuan yang masuk, diyakininya akan ada masyarakatnya yang meninggal kelaparan.

Korban Jiwa dan Kondisi Rumah Sakit

Saat ditanyakan tentang jumlah korban jiwa, Bupati memperkirakan jumlahnya mencapai puluhan orang. Namun, hal itu masih sebatas perkiraan karena akses komunikasi yang terputus total. “Saya baru bisa berkomunikasi sejak Sabtu setelah kita pasang starlink,” timpalnya.

Oleh sebab itu, ia memohon bantuan Presiden RI agar segera mengirimkan bantuan logistik dan tenaga ke Aceh Timur. “Kita mohon bantu kami. Sekarang kami berjuang sendiri, dibantu TNI dan Polri lokal,” kata Al-Farlaky memelas.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *