Penyelidikan Terkait Pembayaran Tentara yang Bantu Pascabencana Sumatra
Dalam rangka pemulihan pasca-bencana di wilayah Sumatra dan Aceh, terdapat isu mengenai pemberian upah kepada anggota TNI yang turut serta dalam proses pemulihan. Dalam sebuah rapat koordinasi yang dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keluhan mengenai pembayaran yang hanya diberikan dalam bentuk makanan seperti nasi bungkus.
Purbaya menyoroti peran penting tentara dalam membantu pemulihan bencana, namun ia merasa bahwa upaya mereka tidak sepenuhnya dihargai secara layak. Ia bahkan menyindir Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk tidak terlalu pelit dalam hal pendanaan.
Kritik terhadap Pengelolaan Dana
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak, mengungkapkan bahwa BNPB tidak memberikan dukungan barang untuk pemulihan infrastruktur. Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum hanya memberikan uang makan kepada para prajurit.
Purbaya kemudian bertanya apakah Menteri PU sudah meminta dana tambahan, tetapi Maruli menjawab bahwa ia telah melakukan permintaan tersebut tanpa mendapatkan respons positif. Hal ini memicu candaan dari Purbaya, yang menegaskan bahwa Menteri PU seharusnya tidak malu untuk menagih dana ke Kementerian Keuangan.
Perluasan Anggaran untuk Pemulihan
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa ada anggaran yang tersedia untuk membayar kerja keras anggota TNI. Ia menekankan bahwa penggunaan anggaran harus dilakukan dengan tepat dan sesuai kebutuhan. Menurutnya, jika KSAD mengajukan permintaan yang masuk akal, maka dana bisa dialokasikan.
Selain itu, Purbaya juga menyampaikan kekhawatirannya atas perlakuan yang diterima oleh para prajurit. Ia melihat beberapa video di media sosial yang menunjukkan para tentara makan menggunakan karton, yang menurutnya sangat tidak layak.
Kritik terhadap BNPB
Purbaya juga menyampaikan kritik terhadap BNPB, yang dinilai terlalu pelit dalam pendanaan. Ia menegaskan bahwa masih ada waktu satu hari untuk menghabiskan sisa Dana Siap Pakai (DSP) jika dokumen dari BNPB telah lengkap. Namun, setelah mengetahui bahwa hanya ada dukungan konsumsi saja, ia langsung mengatakan bahwa BNPB terlalu pelit dan siap memberikan dana tambahan.
Data Korban Bencana Sumatra
Sementara itu, jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh terus meningkat. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban jiwa mencapai 1.154 orang, dengan penambahan sebanyak 13 jiwa dari hari sebelumnya.
Korban meninggal terbanyak tercatat di Aceh, yaitu sebanyak 572 orang, disusul oleh Sumut dengan 365 orang, dan Sumbar dengan 262 orang. Selain itu, ada 165 orang yang dilaporkan hilang, dengan rincian di Aceh sebanyak 31 orang, Sumut 60 orang, dan Sumbar 74 orang.
Jumlah pengungsi juga mencapai 378.164 orang, dengan jumlah terbesar di Aceh, yaitu 365.655 orang, diikuti oleh Sumut sebanyak 11.574 orang, dan Sumbar 9.935 orang.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











