"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Apakah Telur Berbentuk Gel di Maluku Bisa Dimakan? Ini Penjelasan Chef



Beberapa waktu lalu, masyarakat Pulau Ay, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, menemukan telur dengan tekstur yang tidak biasa.

Saat direbus hingga matang, tekstur kuning dan putih telur seharusnya padat sempurna. Putih telur tidak cair atau kenyal, sedangkan bagian kuning telur juga tidak basah atau meleleh. Namun, sebanyak 20 butir telur yang sudah direbus memiliki tekstur yang tidak lazim. Bagian putih telur berwarna bening kekuningan seperti gel, sementara bagian kuning telur tampak normal.

Selain warna dan teksturnya, rasa telur rebus ini dinilai aneh oleh warga yang mencicipinya dalam acara tahlilan pada Minggu (18/1/2026). “Telur itu tidak biasa, kenyal seperti gel, tidak sama dengan yang lain,” ujar Raja Pulau Ay, Hairun Sahmad, dikutip dari sumber tertentu, Sabtu (24/1/2026).

Lantas, apakah telur aneh ini aman untuk dikonsumsi? Berikut pandangan koki profesional mengenai hal tersebut.

Apakah Telur Bertekstur Gel Aman Dimakan?

Presiden Association of Culinary Professionals (ACP) Indonesia, Rafael Triloko Basanto, menyatakan bahwa telur dengan tekstur gel yang beredar dan diduga palsu, tidak aman untuk dikonsumsi karena berasal bukan dari bahan makanan (food grade).

“Jika sebagai bahan makanan, telur aneh ini seharusnya tidak dibenarkan karena bahan yang digunakan adalah bahan-bahan yang tidak sehat,” kata Rafael saat dihubungi, Jumat (23/1/2026).

Meskipun terlihat bisa dimasak dan dikonsumsi, telur semacam ini berpotensi membahayakan kesehatan dalam jangka panjang karena bukan berasal dari bahan alami yang seharusnya. Meski efek sampingnya tidak langsung dirasakan karena tidak mengandung racun akut, penggunaan bahan non-pangan tetap berisiko bagi tubuh.

Penelusuran Lebih Lanjut

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Maluku Tengah, Mohammad Al Idrus, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pelacakan terkait telur-telur yang beredar di Banda. Mereka juga akan memastikan komposisi dan asal telur tersebut untuk membuktikan kebenaran apakah telur tersebut asli atau palsu.

“Nantinya kami cek. Kan produksi telur bukan di sini (Banda). Kebetulan yang dari Banda itu diambil dari Ambon,” kata Al Idrus, dilaporkan, Rabu (21/1/2026).

“Mau tracking kan banyak distributor, mudah-mudahan hari ini dapat info beli di mana supaya bisa lacak,” tambah dia.

Lebih lanjut, Chef Rafael menjelaskan bahwa perlu penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah praktik curang telur palsu ini terjadi di tingkat penjual atau justru produsen.

Ciri Telur Asli

Konsumen juga diimbau untuk lebih teliti dan kritis saat membeli telur, baik di pasar tradisional maupun supermarket. Menurut Rafael, ciri telur asli yang dapat dikenali secara kasat mata antara lain:

  • Bentuk telur asli umumnya tidak sempurna. Sebagian telur berukuran besar, sementara lainnya lebih kecil.
  • Kulit telur asli bisa bervariasi dari kasar sampai halus. Tidak sama rata mulus layaknya telur palsu.
  • Warna telur asli tidak seragam. Jika membeli telur di pasaran, telur ayam biasanya berwarna coklat muda hingga tua. Beberapa telur ayam juga memiliki bintik-bintik tidak sempurna yang umum terjadi pada telur asli.

“Kalau telur-telur yang jatuhnya sengaja dipalsukan gitu dikasih pengeras lagi. Jadinya lebih mulus,” pungkas dia.

Setelah melihat ciri fisik, konsumen dapat memegang telur utuh dan mengocoknya untuk memastikan kesegarannya. Telur yang masih segar atau berusia kurang dari tujuh minggu, seharusnya tidak menimbulkan bunyi nyaring ketika dikocok selagi masih utuh.

“Kalau telur yang sudah disimpan lama (tidak segar) dia akan kopyor ketika dikocok dalam cangkang,” jelas Chef Rafael.

Terakhir, bila cangkang telur dibuka dan bagian putih dan kuningnya langsung buyar, berarti telur sudah disimpan lama. Meski begitu, telur masih aman dikonsumsi. Kecuali bila telur sudah mengeluarkan bau busuk. Artinya, telur tidak aman dikonsumsi.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *