Teknologi Bedah Laser Minimal Invasif Hadir di RSU Siloam Kupang
RSU Siloam Kupang kini hadirkan layanan bedah laser minimal invasif berbasis teknologi modern yang diklaim lebih aman, minim luka, dan mempercepat proses pemulihan pasien. Layanan ini diperkenalkan dalam kegiatan media gathering bersama awak media di Aula Lantai 6 RSU Siloam Kupang, Jumat (6/2/2026).
Chief Operating Officer (COO) RSU Siloam Kupang, Lenny Anthonius, menjelaskan bahwa kehadiran teknologi bedah laser ini merupakan komitmen rumah sakit dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas setara dengan kota-kota besar di Indonesia.
“Kami dari RSU Siloam Kupang berupaya agar masyarakat di NTT mendapatkan pengobatan yang hampir sama seperti di Jawa atau kota-kota besar. Mungkin tidak semua rumah sakit di Indonesia, tapi Kupang sudah bisa merasakan pelayanan ini,” ujar Lenny.
Ia menambahkan bahwa RSU Siloam Kupang terus melakukan pembenahan melalui peningkatan peralatan medis dan kualitas layanan demi memberikan perawatan terbaik bagi pasien. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan perawatan diri secara lebih baik agar kualitas kesehatan masyarakat NTT semakin meningkat.
Empat Tindakan Utama dalam Layanan Bedah Laser
Dalam layanan bedah laser ini, RSU Siloam Kupang menghadirkan empat tindakan utama, yakni:
- Penanganan varises
- Fistula ani
- Wasir
- Saraf kejepit
Teknologi ini dapat diakses oleh pasien umum, pemilik asuransi, maupun peserta BPJS Kesehatan. Berikut penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing tindakan:
1. Varises dengan EVLA (Endovenous Laser Ablation)
Dokter Spesialis Bedah Konsultan Vaskular dan Endovaskular, dr. Teguh Dwi Nugroho, Sp.B, Subsp BVE (K), menjelaskan bahwa tindakan EVLA merupakan terapi laser untuk mengatasi varises tanpa operasi besar. Sebelum tindakan, pasien akan menjalani pemeriksaan menggunakan USG untuk menentukan metode yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
“Berbeda dari metode sebelumnya seperti stripping, dengan EVLA satu pasien varises bisa langsung tertangani. Semakin dini berkonsultasi, maka semakin baik hasil penyembuhan dan pengobatan,” jelasnya.
Biaya tindakan EVLA relatif lebih ringan dibandingkan biaya perawatan jangka panjang akibat komplikasi varises. Keunggulan metode ini antara lain nyeri minimal, bekas luka sangat kecil, tidak memerlukan rawat inap lama, serta pasien dapat lebih cepat kembali beraktivitas.
2. Fistula ani dengan FiLaC (Fistula Laser Closure)
Dokter Spesialis Bedah, dr. Herbert S. Silalahi, Sp.B, mengatakan belum banyak rumah sakit yang menerapkan teknik laser untuk penanganan fistula ani. Menurutnya, metode operasi konvensional memiliki risiko kekambuhan yang lebih tinggi karena banyak jaringan sekitar dubur yang harus dibuang.
“Dengan teknik laser, operasinya kurang dari 30 menit, nyeri pascaoperasi jauh berkurang, tidak perlu rawat inap lama, dan penggunaan obat juga lebih minimal,” ungkapnya.
Melalui metode FiLaC, saluran fistula ditutup dari dalam menggunakan laser sehingga jaringan sehat di sekitarnya tetap terjaga dan pemulihan pasien berlangsung lebih cepat.
3. Wasir dengan LHP (Laser Hemorrhoidoplasty)
Dokter Spesialis Bedah, dr. Siemon Berhimpon, Sp.B, mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan penyakit tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasi wasir konvensional identik dengan nyeri hebat dan masa pemulihan yang lama.
“Kini dengan teknik laser LHP, pembuluh darah yang melebar diidentifikasi terlebih dahulu sehingga tindakan lebih singkat dan nyeri jauh berkurang,” katanya.
Keunggulan metode LHP meliputi nyeri yang lebih ringan, perdarahan minimal, serta pasien dapat pulang lebih cepat dibandingkan operasi konvensional.
4. Saraf Kejepit dengan PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression)
Selain itu, RSU Siloam Kupang juga menghadirkan teknologi PLDD (Percutaneous Laser Disc Decompression) untuk menangani saraf kejepit akibat bantalan tulang belakang atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP).
Dokter Spesialis Bedah Saraf, dr. Donny Argie, Sp.BS, NVas, menjelaskan keluhan saraf kejepit umumnya berupa nyeri menjalar dari tulang belakang akibat tekanan pada saraf. Dengan teknik laser, tindakan dilakukan tanpa sayatan besar dan berlangsung sekitar 45 menit.
“Pasien cukup menjalani perawatan one day care, tanpa perlu rawat inap lama seperti metode sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh layanan bedah laser ini dapat dinikmati oleh pasien umum, asuransi, maupun peserta BPJS Kesehatan.











