Hari Kanker Sedunia dan Pentingnya Pola Hidup Sehat
Hari Kanker Sedunia yang diperingati setiap 4 Februari menjadi momen penting untuk merayakan perjuangan para penyintas kanker di seluruh dunia. Pada tahun 2026, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bekerja sama dengan MSD Indonesia menyoroti pentingnya pola hidup sehat sebagai obat pencegah kanker atau disebut lifestyle medicine. Menerapkan gaya hidup sehat merupakan cara paling efektif untuk mencegah berbagai penyakit kronis, termasuk kanker, terutama di tengah dunia modern saat ini.
Pembahasan lebih lanjut mengenai pentingnya pola hidup sehat untuk mencegah kanker juga dibahas dalam Konferensi Pers Understanding Cancer Through Art dengan tema ‘United by Unique’ yang digelar di MGP Space SCBD Jakarta pada Rabu (4/2/26). Berikut penjelasan lengkap mengenai Hari Kanker Sedunia dan fokus YKI pada pentingnya menjaga pola hidup di zaman serba instan.
Kasus Kanker Terus Bertambah, Dipengaruhi Lingkungan
Jumlah penderita kanker semakin bertambah setiap harinya dan hal ini cukup mengkhawatirkan. Data dari GLOBOCAN tahun 2022 mencatat ada sekitar 400 ribu kasus kanker baru di Indonesia dengan kematian mendekati 240 ribu kasus. Kondisi kehidupan saat ini yang serba instan dan pola makan yang tidak dijaga memicu pertumbuhan kanker menjadi lebih cepat.
Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menyoroti bahwa faktor risiko kanker saat ini berasal dari lingkungan yang sejak awal sudah rusak. “Jadi kanker itu faktor risikonya 90 persen dari lingkungan diperhatikan,” kata Prof. Aru.
Faktor lingkungan yang tidak sehat membuat kanker yang seharusnya terpapar dalam waktu 5-20 tahun justru menjadi lebih cepat dan akhirnya banyak generasi muda yang terkena kanker. Hal ini sudah terlihat pada kanker usus besar yang paling dipengaruhi oleh makanan sehari-hari. “Kanker usus besar, kanker yang paling dipengaruhi oleh makanan yang masuk ke usus, itu di negara-negara maju yang di bawah 40 tahun itu sekitar 10 persen, di Indonesia 30 persen (pertambahannya),” ungkap Prof. Aru.
Pola Hidup Modern yang Serba Instan dapat Memicu Kanker
Pola hidup saat ini yang serba cepat dan instan membuat banyak orang semakin menyepelekan gaya hidup sehat. Wakil Ketua YKI drg. Sally Salziah Sudrajat, Sp.OM mengatakan hal tersebut menjadi salah satu penyebab mengapa kanker mulai banyak menyerang generasi muda yang senang segalanya instan. “Jadi, seseorang yang sampai kepada kondisi sakit kronis itu mengalami proses yang panjang dari gaya hidupnya. Jadi bukan yang hari ini baru terdeteksi,” kata Dokter Sally.
Bukan hal yang mengangetkan jika anak muda semakin banyak terkena penyakit kronis, salah satunya kanker. Pola hidup yang sejak lama kurang sehat, termasuk mengonsumsi makanan instan yang kurang nutrisi bisa menambah risiko bahaya penyakit kronis pada anak muda.
Lifestyle Medicine Paling Efektif Cegah Risiko Kanker
Pemicu kanker yang datang dari lingkungan sehari-hari dapat dihindari dengan cara yang sederhana namun konsisten. Dokter Sally menegaskan pengobatan panjang yang dilakukan tidak akan efektif jika tidak disertai dengan perubahan pola hidup. Masyarakat dihimbau menggunakan lifestyle medicine sebagai modal untuk mengobati, mengelola, dan mengembalikan berbagai penyakit terkait gaya hidup.
“Bukti menunjukkan bahwa 80 persen penyakit kronis dapat dicegah dan dikembalikan ke kondisi awal dengan gaya hidup sehat berdasarkan pilar-pilar di lifestyle medicine,” ungkapnya. Penerapan lifestyle medicine ini dinilai paling efektif untuk mencegah risiko kanker dan mengurangi dampak ketergantungan serta efek samping konsumsi obat-obatan.
Nutrisi Berperan Besar dalam Perubahan Pola Hidup
Ada enam pilar pada lifestyle medicine yang perlu dipenuhi agar gaya hidup sehat dapat mencegah risiko kanker, mulai dari pola makan sehat, aktivitas fisik, tidur berkualitas, manajemen stres, menghindari zat berbahaya, dan menjaga kehidupan sosial. Dari keenam pilar tersebut, pola makan sehat dengan nutrisi yang optimal berperan hingga 40 persen pada proses perubahan pola hidup yang lebih sehat.
Pemenuhan nutrisi juga disarankan dari makanan yang berbasis nabati seperti plant based atau whole food. “Jadi nutrisi optimal ini dengan perubahan kita mengkonsumsi diutamakan pada plant based. Plant based dan whole food, makanan-makanan atau sumber nutrisi alami dengan pola diet makan yang benar,” ujar Dokter Sally.
Dokter Sally juga mengatakan jika keenam pilar lifestyle medicine tersebut sudah terpenuhi, sakit akibat gaya hidup tersebut dapat perlahan pulih. Kanker saat ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, namun masyarakat masih belum teredukasi dan belum banyak yang menerapkan tindakan preventif untuk mencegah risiko kanker. Hal ini menjadi PR bagi pemerintah, organisasi, maupun masyarakat agar dapat mengurangi risiko kanker.
Dalam rangka perayaan Hari Kanker Sedunia tahun 2026, Yayasan Kanker Indonesia bersama MSD Indonesia juga menghadirkan pameran seni karya para penyintas kanker dan caregiver Indonesia di MGP Space SCBD Jakarta yang berlangsung pada 4 – 8 Februari 2025.
FAQ Seputar Hari Kanker Sedunia
Mengapa ada Hari Kanker Sedunia?
Tujuan diperingatinya Hari Kanker Sedunia adalah mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah kanker sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker.
Dari mana asal kanker?
Penyebab utama kanker adalah mutasi genetik pada sel di dalam tubuh. Namun, masih belum diketahui secara pasti apa pemicu mutasi genetik tersebut. Meskipun begitu, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang kanker, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Ciri-ciri tubuh terkena kanker?
Ciri-ciri kanker bervariasi tergantung lokasi, tapi umumnya meliputi benjolan tak wajar, penurunan berat badan drastis tanpa sebab, luka tak kunjung sembuh, kelelahan ekstrem, perubahan kulit (warna, tahi lalat), nyeri tak hilang, serta perubahan pola buang air besar/kecil atau pendarahan abnormal.
Skrining DNA HPV, Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
5 Gejala Kanker Serviks Stadium Awal yang Tak Boleh Diabaikan
Apakah Kanker Paru-Paru Stadium 4 Bisa Sembuh? Ini Jawaban Lengkapnya











