Vidi Aldiano meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ginjal selama tujuh tahun. Seorang suster memberikan kesaksian tentang kondisi Vidi sebulan sebelum ia akhirnya pergi.
Pada Desember 2019, Vidi Aldiano didiagnosis menderita kanker ginjal stadium tiga. Di tahun yang sama, ia menjalani operasi pengangkatan ginjal kirinya. Sejak saat itu, Vidi hanya hidup dengan satu ginjal saja. Sayangnya, penyakit kanker yang diidap oleh Vidi telah menyebar ke beberapa titik vital organ dalam tubuhnya. Ia seperti sedang berpacu dengan waktu untuk bisa berjuang sembuh dari sakitnya.
Dari tahun 2019 hingga 2022, Vidi ditemani oleh keluarga dan melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran kanker. Mulai dari pengobatan hingga radiasi, bahkan ia sempat menjalani detoksifikasi di Thailand agar bisa memberikan perlawanan masif terhadap kanker di tubuhnya.

Saat itu, meski sedang menjalani perawatan dan menahan rasa sakit, Vidi tetap eksis di panggung. Ia masih menghibur penggemarnya lewat suara dan tingkah laku konyolnya di podcast bersama Deddy Corbuzier. Hingga pada tahun 2024, Vidi menjalani PET Scan di Penang, Malaysia. Kegiatan ini seperti pengambilan ‘raport’ bagi Vidi karena ia akan melihat hasil dari pengobatannya selama ini.
Sayangnya, hasil perjuangan Vidi, keluarga, dan tim dokter tidak terlalu baik. Saat itu, Vidi mulai terbuka soal penyakitnya kepada publik, dan hal tersebut membuat penggemarnya mulai khawatir. Vidi yang biasanya ceria, saat itu muncul dengan wajah lelah dan agak muram.
“Hasil PET Scannya belum sesuai dengan harapan saya. Hasilnya nggak buruk tapi belum baik juga,” kata Vidi Aldiano saat itu.
Seiring berjalannya waktu, fisik Vidi mulai berubah, menunjukkan perjuangan panjangnya. Awalnya, Vidi tidak pernah ingin memperlihatkan kondisi fisik terbarunya, namun akhirnya ia berani membuka diri. Publik terkejut dengan kondisi tubuh Vidi yang menyusut, namun dengan senyum ceria yang masih sama.
Pada November 2025, Vidi Aldiano pamit dari Podhub, podcastnya bersama Deddy Corbuzier. Ia menyebut jika ingin fokus pada pengobatan. Deddy menyebut bahwa jika nantinya Vidi tidak ingin bergabung lagi dengan Podhub, maka sejak saat itu Podhub tidak akan pernah ada tanpa Vidi.

Vidi sempat menghilang, dan muncul sesekali dalam acara pernikahan salah satu sahabatnya di Maroko pada bulan Februari. Sejak saat itu, Vidi benar-benar menghilang sampai pada Sabtu 7 Maret 2026 kemarin, tersiar kabar jika Vidi Aldiano meninggal dunia.
Tidak di rumah sakit atau dalam perawatan medis, Vidi Aldiano meninggal dunia di rumahnya, dikelilingi orang-orang terkasihnya, istri, orangtua, serta adik-adiknya. Vidi Aldiano meninggal dunia pada pukul 16.33 WIB usai tujuh tahun melawan kanker ginjal.
Sebulan Sebelum Vidi Berpulang
Seorang netizen dengan akun @juliawati_perias_jenazah membagikan kisahnya tentang sang anak yang menjalani perawatan di rumah sakit yang sama dengan Vidi Aldiano. Mereka sempat beberapa kali bertemu dan berinteraksi.
Juliawati rupanya penasaran karena tidak lagi melihat sosok Vidi di rumah sakit tersebut. Singkat cerita, Vidi sudah menjalani perawatan di rumah sakit lain di luar negeri. Hal itu diketahui Juliawati melalui seorang perawat yang dulu juga sempat menangani Vidi.
“30 hari yang lalu, ketika anak saya sedang menjalani proses pengobatan di rumah sakit yang sama dengan Vidi, saya sempat bertanya ke salah satu suster, ‘Vidi masih terapi di sini sus?’,” tanya Juliawati.
“Sudah enggak bu, sudah dibawa pengobatan di luar negeri (sambil sebutin salah satu negara),” tulis Juliawati.
Juliawati seolah penasaran dengan kondisi kesehatan Vidi, sampai penyanyi tersebut harus dibawa ke luar negeri. Sampai akhirnya Juliawati menanyakan kondisi Vidi yang sebenarnya.
“Peluangnya gimana sus?” tanya Juliawati.
“Suster tidak mengucapkan sepatah katapun, hanya gelengan kepala ke kanan dan ke kiri yang berulang-ulang,” kata Juliawati.
“Saya dan anak langsung lihat-lihatan, sedih banget ketika tau arti gelengan kepala suster.”
“Anak juga bilang, Vidi baik orangnya dan gak sombong. Karena anak saya dan Vidi pernah satu panggung saat ada acara di Jogja beberapa tahun yang lalu,” tulisnya. (*)
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











