"Dari Medan untuk Medan: Info yang Anda Butuhkan"

Detik-detik Kematian Imam Saat Sholat di Rumah Jabatan Bupati Bulungan, Dokter Lakukan CPR

Kehilangan yang Mendadak di Tengah Ramadan

Pada hari Jumat, 13 Maret 2026, suasana hangat buka puasa bersama di rumah jabatan Bupati Bulungan pada Ramadan 1447 Hijriah tiba-tiba berubah menjadi penuh haru dan duka. Tidak ada yang menyangka bahwa momen kebersamaan yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan justru menjadi saksi wafatnya H. Dt. Muhammad Idris bin Dt. Muhammad Taher setelah menunaikan tugas sebagai imam salat Magrib berjamaah.

Dt. Muhammad Idris tampak mengenakan busana muslim berwarna putih dengan sorban yang melingkar di lehernya. Ia berdiri di hadapan jamaah dengan penuh ketenangan, memimpin salat Magrib dengan khusyuk. Namun, suasana mendadak berubah ketika salat hampir selesai. Tepat sesaat sebelum salam terakhir diucapkan, tubuh sang imam tiba-tiba roboh di tempatnya berdiri.

Jamaah yang berada di belakangnya langsung terkejut. Beberapa orang bergegas memberikan pertolongan kepada sang imam yang terjatuh. Kebetulan di antara jamaah yang hadir terdapat Direktur RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo (RSDSS) Tanjung Selor yang juga merupakan dokter spesialis jantung. Tanpa menunggu lama, dokter tersebut segera memberikan pertolongan pertama dengan melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP).

CPR merupakan tindakan darurat yang dilakukan pada seseorang yang mengalami henti jantung atau henti napas secara tiba-tiba. Prosedur ini dilakukan dengan memberikan tekanan berulang pada dada untuk membantu memompa darah dan menjaga aliran oksigen ke organ vital tubuh. Berdasarkan rekaman video yang beredar di kalangan jamaah, upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat. Beberapa orang tampak mengelilingi tubuh Dt. Muhammad Idris yang terbaring di lantai. Ada yang memegang tangannya, ada pula yang menahan kakinya, sementara dokter terus melakukan kompresi dada. Wajah-wajah jamaah tampak penuh kekhawatiran, berharap sang imam segera sadar.

Setelah mendapatkan pertolongan awal di lokasi, Dt. Muhammad Idris kemudian segera dibawa menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Namun dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawa beliau tidak dapat diselamatkan.

Riwayat Penyakit Jantung

Kabar duka tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Direktur RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, dr. Widodo. Ia menyampaikan bahwa almarhum meninggal dunia akibat henti jantung dan diketahui memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. “Betul henti jantung, beliau memiliki riwayat penyakit jantung,” ujar dr. Widodo saat dikonfirmasi, Sabtu (14/3/2026). Meski demikian, dr. Widodo menjelaskan bahwa almarhum dikenal sebagai pasien yang disiplin menjalani pengobatan. “Beliau termasuk pasien yang tertib kontrol sesuai jadwal dan meminum obat rutin. Namun memang pasien dengan riwayat penyakit jantung tetap memiliki risiko serangan tiba-tiba,” jelasnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang risiko penyakit jantung yang dapat terjadi secara mendadak, bahkan ketika seseorang terlihat sehat dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Menurut dr. Widodo, pasien dengan riwayat penyakit jantung perlu melakukan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi risiko serangan mendadak. Langkah tersebut antara lain:

  • melakukan kontrol rutin ke dokter
  • mengonsumsi obat sesuai anjuran medis
  • menjalani aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi tubuh

Selain itu, perubahan gaya hidup juga sangat penting dilakukan, seperti:

  • berhenti merokok
  • menjaga pola istirahat yang cukup
  • mengelola stres dengan baik

“Perubahan gaya hidup sangat berpengaruh dalam mengurangi risiko penyakit jantung,” pungkasnya.

Peristiwa yang terjadi di tengah momen Ramadan ini meninggalkan duka mendalam bagi jamaah yang hadir. Di saat kebersamaan berbuka puasa seharusnya membawa kehangatan, takdir justru menghadirkan perpisahan yang tak terduga.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *