Inisiatif Baru DPRD Surabaya dalam Pengelolaan Sampah
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, atau yang akrab disapa Thoni, mengusulkan skema baru dalam penanganan sampah di Kota Surabaya. Usulan ini muncul akibat meningkatnya volume sampah di setiap Tempat Pembuangan Sementara (TPS) setiap harinya. Kenaikan volume tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya jumlah penduduk, tetapi juga karena semakin banyaknya restoran, rumah makan, dan tempat usaha lainnya.
Jenis Sampah Berat yang Memerlukan Penanganan Khusus
Selain kenaikan volume, muncul masalah baru terkait jenis dan sumber sampah yang membutuhkan penanganan khusus. Beberapa jenis sampah berat yang memerlukan pendekatan lebih adaptif antara lain:
- Sampah jenis kasur dan sofa bekas.
- Furnitur dan berbagai perabotan rumah tangga.
- Sampah berat yang membutuhkan usaha ekstra dalam penanganan.
Thoni menekankan perlunya skema khusus untuk pengelolaan sampah kategori berat. Ia mengusulkan adanya skema pembayaran retribusi khusus bagi jenis sampah tertentu yang memerlukan penanganan ekstra tersebut. “Untuk sampah-sampah berat itu, dinas harus bisa membuat formula khusus yang memudahkan warga dalam membuang sampah tersebut,” katanya.
Menurutnya, kebijakan ini justru akan memberi solusi praktis bagi masyarakat dalam membuang limbah rumah tangga yang besar. “Dengan adanya skema itu, masyarakat punya opsi yang jelas dalam membuang sampah. Sehingga tidak lagi dibuang sembarangan ke sungai atau tempat yang tidak semestinya,” tegas Thoni.
Perkuat Pengawasan Satpol PP dan Peremajaan Armada
Selain masalah jenis sampah, Thoni juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap sampah yang berasal dari sektor usaha. Ia meminta peran aparat penegak Perda diperkuat dalam hal ini. “Untuk sampah yang merupakan limbah dari usaha, harus ada pengawasan ekstra dari Satpol PP Kota Surabaya. Pengawasan dilakukan secara komprehensif, apakah pengelolaan limbah sudah sesuai dengan perizinan atau belum,” ingatnya.
Namun demikian, Thoni menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan harus tetap mengedepankan sisi humanis melalui sosialisasi yang intens. Langkah tersebut diharapkan bisa mereduksi sampah yang masuk ke TPS hingga ke TPA sejak dari sumbernya. Hal ini sejalan dengan keinginan Wali Kota Surabaya, untuk menghadirkan Surabaya sebagai kota yang asri.
“Saya berharap Organisasi Perangkat Daerah terkait bisa mengimplementasikan dengan baik. Presiden Prabowo sudah menetapkan program ASRI. Alhamdulillah Surabaya mendukung penuh gagasan tersebut langsung dalam tindakan, bukan sekadar retorika,” katanya.
Di sisi lain, DPRD Surabaya juga menyoroti kondisi armada pengangkut sampah yang dinilai perlu segera diremajakan, karena sejumlah kendaraan dilaporkan sudah berusia tua. “Harus ada peremajaan angkutan. Dinas Lingkungan Hidup perlu mengganti kendaraan yang usianya di atas 15 tahun, agar tidak ada lagi sampah tercecer dan estetika kota tetap terjaga,” tutup Thoni.
Data Penanganan Sampah di Surabaya
Berdasarkan data terkini, Surabaya menghasilkan sekitar 1.500 hingga 1.600 ton sampah per hari yang masuk ke TPA Benowo. Kota Pahlawan saat ini telah memiliki fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang menjadi rujukan nasional.
Program penanganan sampah dari hulu ke hilir melalui pemilahan di tingkat RW terus diperkuat, untuk mendukung visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan program lingkungan yang asri di perkotaan.
Tips Mengelola Sampah Rumah Tangga Besar
Bagi warga Surabaya yang memiliki sampah berat seperti sofa atau kasur saat ini, disarankan untuk:
- Tidak membuang langsung ke TPS tanpa koordinasi dengan petugas setempat.
- Menghubungi layanan pengaduan DLH Surabaya atau melalui aplikasi Sayang Warga untuk arahan penanganan.
- Memanfaatkan bank sampah atau komunitas daur ulang yang menerima material kayu dan busa furnitur.











