Penyelidikan Kasus Pembunuhan Eem, Pengusaha Tenda di Cibitung
Polres Metro Bekasi sedang melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan seorang pengusaha tenda bernama Eem (60) yang ditemukan tewas di rumahnya di Kampung Utan Salak, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung. Kombes Sumarni, Kapolres Metro Bekasi, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif dan penyebab kematian korban.
Proses Penyelidikan yang Dilakukan
Setelah menerima laporan tentang kejadian tersebut, jajaran polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, serta pencarian barang bukti. Menurut informasi yang diperoleh, korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka di bagian kepala. Pintu rumah korban terkunci dari dalam, sehingga memicu dugaan bahwa kejadian tersebut terjadi pada malam hingga dini hari.
Kombes Sumarni mengatakan bahwa penyidikan masih berlangsung dan pihaknya akan merilis informasi lebih lanjut setelah semua fakta terungkap. “Sedang dalami, sedang lakukan penyidikan,” katanya saat diwawancarai.
Penemuan Jasad Korban
Penemuan jasad Eem bermula dari kecurigaan pegawai usaha tenda dan warga sekitar yang tidak mendapat respons saat memanggil korban dari luar rumah. Akhirnya, pintu rumah yang tertutup dipaksa dibuka dan korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di ruang tengah.
Ketua RW 20 Kampung Utan Salak, Aming (55), menjelaskan bahwa saat pertama kali ditemukan, kondisi rumah tampak tidak menunjukkan adanya aktivitas. Ia juga melihat luka di bagian kepala korban. Menurut Aming, peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam hari hingga dini hari, sekitar jam 3 atau 4 subuh.
Informasi Tambahan dari Warga Sekitar
Ipak korban, Rohman (47), mengungkapkan bahwa pintu rumah korban terkunci dari dalam saat pertama kali akan dibuka. Menurutnya, korban tinggal sendiri meskipun anak-anaknya tinggal tidak jauh dari lokasi. Rohman juga menyebut bahwa korban dikenal tidak ingin diganggu oleh orang lain.
Selain itu, Rohman sempat mendengar informasi bahwa kalung milik korban hilang, namun belum dapat dipastikan kebenarannya. “Katanya ada kalung yang hilang, tapi saya belum tahu pasti,” ujarnya.
Profil Korban
Eem diketahui berusia sekitar 60 tahun dan berprofesi sebagai pengusaha tenda. Anak korban merupakan aparatur sipil negara (ASN), salah satunya bekerja di Pemda sebagai Kasubag Koperasi. Sementara itu, anak perempuan korban adalah seorang guru di Tambelang.
Kesimpulan
Polisi masih terus mempercepat proses penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku dan motif dari pembunuhan ini. Masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika ada yang mencurigakan.











